Belakangan ini, kasus pecahnya termometer raksa semakin sering terjadi dan menjadi perhatian masyarakat. Banyak orang yang belum mengetahui cara yang tepat untuk menangani kejadian ini, padahal risiko kesehatannya tidak bisa dianggap sepele.
Termometer raksa masih sering digunakan di rumah untuk mengukur suhu tubuh, terutama saat seseorang mengalami demam akibat infeksi atau gangguan kesehatan lainnya. Namun, karena bentuknya yang rapuh, alat ini rentan pecah dan menumpahkan raksa yang ada di dalamnya.
Apa Itu Raksa dan Mengapa Berbahaya?
Raksa, atau yang juga dikenal sebagai merkuri logam, adalah logam cair pada suhu ruang. Ketika termometer pecah, raksa akan keluar dan membentuk butiran kecil berwarna perak yang mengilap. Meskipun terlihat tidak berbahaya, raksa bisa menguap menjadi uap beracun yang tidak terlihat oleh mata. Jika dibiarkan, uap ini dapat terhirup dan menyebabkan paparan yang membahayakan kesehatan.
Dalam jumlah tinggi, menghirup uap raksa dapat menyebabkan gejala akut seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, hingga iritasi saluran pernapasan. Bahkan dalam konsentrasi rendah pun, paparan berkepanjangan bisa berdampak serius bagi kesehatan jangka panjang.
Langkah-Langkah Aman Saat Menangani Termometer Raksa yang Pecah
Agar tidak terjadi paparan berbahaya, Anda perlu menangani kejadian ini dengan tepat. Berikut ini panduan lengkap yang dapat Anda ikuti:
1. Kumpulkan Butiran Raksa dengan Hati-Hati
Segera setelah termometer pecah, jangan panik. Gunakan selembar kertas tipis atau plastik keras (seperti kartu bekas) untuk mengumpulkan butiran raksa. Gerakkan butiran dengan lembut ke satu tempat dan hindari menyentuhnya langsung dengan tangan. Jangan pernah menggunakan penyedot debu atau sapu karena bisa membuat uap raksa tersebar ke udara.
Masukkan butiran raksa dan serpihan termometer ke dalam wadah kaca atau plastik yang dapat ditutup rapat, seperti botol dengan penutup ulir.
2. Segel dan Beri Label Wadah Limbah
Setelah semua raksa berhasil dikumpulkan, segera segel wadah tersebut dan beri label jelas, misalnya: “Limbah Termometer Pecah”. Simpan wadah ini di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.
Jangan membuang limbah ini ke tempat sampah biasa. Sebaiknya, hubungi layanan pengelolaan sampah berbahaya setempat untuk informasi lebih lanjut mengenai tempat pembuangan khusus limbah berbahaya.
3. Ventilasi Udara Selama Dua Hari
Setelah raksa dibersihkan, buka semua jendela di ruangan tersebut dan biarkan udara mengalir selama minimal dua hari. Ventilasi sangat penting untuk membantu mengurangi konsentrasi uap raksa di udara. Jika memungkinkan, gunakan kipas angin untuk mempercepat sirkulasi udara. Pastikan ruangan tetap kosong selama masa ventilasi agar tidak ada yang menghirup uap yang tersisa.
Jika Anda memiliki alat penjernih udara dengan filter HEPA, penggunaannya bisa membantu mempercepat proses pembersihan udara di dalam ruangan.
Seberapa Berbahayakah Raksa dari Satu Termometer?
Satu buah termometer biasanya mengandung sekitar 1 gram raksa. Jika seluruh raksa tersebut menguap di ruangan tertutup berukuran 15 meter persegi dengan tinggi plafon 3 meter, konsentrasi uap raksa di udara bisa mencapai angka yang jauh melebihi ambang batas aman, yaitu 50 nanogram per meter kubik yang ditetapkan oleh standar kualitas udara di Tiongkok.
Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Selama proses pembersihan dilakukan dengan cepat dan ventilasi udara dijaga dengan baik, risiko keracunan akibat termometer pecah sangat kecil terjadi.
Pencegahan dan Keselamatan di Rumah
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, pertimbangkan untuk beralih ke termometer digital yang lebih aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Termometer digital kini tersedia dengan harga yang terjangkau dan mudah digunakan.
Selain itu, selalu simpan termometer di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Jika Anda tetap memilih menggunakan termometer raksa, pastikan Anda mengetahui prosedur penanganannya jika terjadi kerusakan.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, bahaya raksa bisa diminimalkan. Tidak perlu panik, namun tetap waspada adalah kunci utama dalam menghadapi kejadian seperti ini. Keselamatan Anda dan keluarga adalah prioritas, jangan anggap remeh tumpahan kecil dari benda yang tampak sepele!