Keberhasilan ganda putra Indonesia yang mendominasi dunia bulu tangkis kini sedang berada dalam ancaman besar. Sejak akhir 2024, penampilan pasangan ganda putra Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan.


Bahkan, dalam tiga turnamen bergengsi yang digelar pada awal Januari 2025, belum ada satupun pasangan ganda putra Indonesia yang berhasil meraih gelar juara.


Prestasi terbaik Indonesia dalam periode ini adalah posisi runner-up di Indonesia Masters 2025 yang berhasil diraih oleh Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. Namun, situasi ini semakin memperburuk posisi mereka sebagai juara bertahan All England 2024. Ganda putra Indonesia yang digawangi Fajar/Rian kini menghadapi ancaman besar dari rival-rival mereka, terutama pasangan ganda putra Tiongkok dan Malaysia yang semakin menunjukkan performa impresif.


Malaysia, yang menjadi salah satu pesaing terkuat, telah membuktikan kemampuannya dalam menghalau dominasi Indonesia. Tahun ini, mereka berhasil menghentikan tradisi juara ganda putra Indonesia di Indonesia Masters 2025. Ganda putra Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, dengan gemilang mengalahkan pasangan Indonesia yang sebelumnya telah menjuarai tiga edisi berturut-turut di turnamen tersebut. Dengan keberhasilan ini, Malaysia menunjukkan bahwa mereka siap menghadirkan persaingan ketat di turnamen-turnamen internasional lainnya.


Namun, ancaman terhadap gelar juara All England 2025 semakin nyata, mengingat catatan Indonesia yang selalu keluar sebagai juara dalam tiga edisi terakhir. Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana berhasil menjadi juara pada tahun 2022, sementara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mempertahankan gelar mereka secara back-to-back pada 2023 dan 2024. Dalam 15 edisi terakhir, ganda putra Indonesia bahkan mencatatkan tujuh kali kemenangan, menjadikan mereka sebagai penguasa utama di turnamen prestisius tersebut.


Di sisi lain, Malaysia terakhir kali meraih gelar juara All England pada tahun 2007 lewat pasangan legendaris Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Namun, saat ini Malaysia memiliki harapan besar untuk mengulang kejayaan tersebut. Koo Kien Keat mengungkapkan bahwa mereka kini memiliki dua pasangan ganda putra independen yang sedang dalam performa puncak, yaitu Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani. Pasangan ini telah mencapai lima final turnamen sejak periode Olimpiade Paris 2024 dan berhasil meraih empat kemenangan. Koo Kien Keat merasa optimis dengan kedalaman kekuatan Malaysia, yang memberikan peluang terbaik bagi mereka untuk merebut gelar juara All England 2025.


Tidak hanya Goh/Izzuddin yang menjadi ancaman, Koo Kien Keat juga menaruh harapan besar pada pasangan dari Pelatnas Malaysia, yakni Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Kedua pasangan ini diharapkan dapat memberikan penampilan terbaik mereka di All England mendatang. Sementara itu, ancaman dari pasangan ganda putra nomor satu dunia asal Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, sepertinya mulai surut. Pasangan Denmark ini bahkan mengalami penurunan performa pada awal tahun ini dengan selalu terhenti di babak pertama.


All England 2025 akan digelar pada 11-16 Maret 2025. Dengan persaingan yang semakin ketat, baik Indonesia maupun Malaysia akan berjuang habis-habisan untuk meraih gelar juara. Akankah ganda putra Indonesia mampu mempertahankan supremasi mereka di All England, ataukah Malaysia akan merebutnya setelah lebih dari satu dekade lamanya? Hanya waktu yang akan menjawab!