Digitalis, atau yang lebih dikenal dengan nama foxglove, adalah tanaman berbunga yang tidak hanya mempesona secara visual, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam dunia pengobatan.
Namun, di balik keindahannya, terdapat sisi berbahaya yang wajib Anda ketahui. Yuk, kenali lebih jauh tentang tanaman satu ini agar Anda bisa mengaguminya dengan bijak dan aman!
Mengenal Digitalis dan Jenis-Jenisnya
Digitalis adalah tanaman yang tumbuh tinggi dengan ciri khas bunga berbentuk tabung menggantung mirip lonceng kecil. Warna-warnanya bervariasi, mulai dari ungu, merah muda, putih, hingga kuning yang lembut. Jenis yang paling terkenal adalah Digitalis purpurea, yang berasal dari Eropa dan dikenal luas berkat bintik-bintik unik di dalam bunganya.
Tinggi tanaman ini bisa mencapai 60 hingga 150 cm, cocok sekali digunakan sebagai penambah dimensi vertikal pada taman Anda. Daunnya berwarna hijau gelap, berbulu halus, dan tumbuh membentuk roset di bagian bawah tanaman.
Selain D. purpurea, ada juga jenis lain seperti:
- Digitalis grandiflora: Bunga berwarna kuning pucat.
- Digitalis lanata: Dikenal sebagai foxglove Grecian, sering digunakan dalam industri farmasi.
Dengan variasi warna dan bentuk bunga yang menarik, Digitalis dapat disesuaikan dengan gaya taman apa pun yang Anda miliki.
Syarat Tumbuh dan Perawatan Foxglove
Digitalis termasuk tanaman biennial, yang berarti memiliki siklus hidup dua tahun. Pada tahun pertama, tanaman hanya menumbuhkan daun. Baru pada tahun kedua, ia akan berbunga dengan indahnya. Namun, beberapa varietas modern bisa berbunga di tahun pertama jika ditanam dari bibit unggul.
Untuk hasil terbaik, tanam Digitalis di lokasi yang mendapatkan sinar matahari sebagian (semi-shade) dan tanah yang gembur serta mudah mengalirkan air. Di daerah yang lebih dingin, Digitalis dapat ditanam di lokasi yang terkena matahari penuh. Sedangkan di daerah beriklim lebih panas, tanaman ini akan tumbuh lebih baik jika mendapat naungan ringan di siang hari.
Keunggulan lainnya, Digitalis mampu menebar benih sendiri, membuatnya tergolong tanaman rendah perawatan, tapi bisa berkembang dengan pesat. Selain itu, tanaman ini relatif tahan terhadap hama dan penyakit, cocok untuk Anda yang menginginkan keindahan tanpa repot.
Manfaat Medis dan Kandungan Berbahaya di Balik Keindahannya
Digitalis sudah sejak lama dikenal dalam dunia medis, khususnya dalam pengobatan gangguan jantung. Daunnya mengandung senyawa aktif seperti digitoksin dan digoksin, yang digunakan untuk meningkatkan kontraksi jantung dan mengatur ritme detaknya. Hingga kini, digoksin masih menjadi bahan utama dalam beberapa obat jantung yang diresepkan secara medis.
Namun, perlu dicatat, semua bagian tanaman ini bersifat sangat beracun jika dikonsumsi secara langsung atau tanpa pengolahan yang tepat. Gejala keracunan mencakup mual, muntah, pusing, gangguan detak jantung, bahkan bisa berujung fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Karena itu, meskipun punya manfaat medis, Digitalis tidak boleh digunakan sembarangan tanpa pengawasan tenaga medis.
Tips Aman Menanam dan Menyentuh Foxglove
Mengingat tingkat toksisitasnya yang tinggi, penting untuk memperlakukan tanaman ini dengan hati-hati, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah. Berikut beberapa tips aman:
- Gunakan sarung tangan saat memindahkan atau memangkas foxglove, karena getahnya bisa menyebabkan iritasi ringan pada kulit sensitif.
- Hindari menanam Digitalis di jalur yang sering dilewati, terutama oleh anak-anak atau hewan peliharaan yang suka menjelajah.
- Buang sisa tanaman dengan aman dan jangan pernah membiarkan bagian tanaman termakan secara tidak sengaja.
Digitalis adalah salah satu tanaman yang memadukan keindahan visual dengan nilai historis dan medis. Tinggi menjulang, warnanya mencolok, dan mampu menyulap taman Anda jadi lebih elegan. Namun, sifat toksiknya menjadikan tanaman ini tidak bisa dianggap enteng.