Pernahkah Anda membayangkan sebuah negara yang tidak memiliki kereta api sama sekali? Di dunia yang semakin terhubung ini, kereta api adalah salah satu mode transportasi yang paling umum dan efisien.


Namun, ternyata ada beberapa negara yang memutuskan untuk tidak membangun sistem kereta api mereka sendiri. Lalu, mengapa mereka memilih untuk tidak memilikinya? Artikel ini akan mengungkapkan 8 negara yang tidak memiliki kereta api dan alasan di balik keputusan mereka. Siap untuk tahu? Mari kita simak!


1. Islandia: Negeri Tanpa Kereta Api


Meskipun dikenal sebagai negara yang kaya dan berkembang, Islandia tidak memiliki sistem kereta api. Rencana pembangunan jalur kereta api di Islandia pernah ada, namun akhirnya dibatalkan karena beberapa faktor seperti cuaca yang ekstrem, penduduk yang jarang, dan ketergantungan pada mobil pribadi. Masyarakat Islandia lebih memilih mengemudi melintasi lanskap yang indah dan terjal, menjadikan kereta api tidak diperlukan di sana.



2. Bhutan: Negara Tanpa Rel


Bhutan, yang terkenal dengan pemandangan pegunungannya yang menakjubkan dan indeks kebahagiaan yang tinggi, juga tidak memiliki sistem kereta api. Topografi yang berbukit membuat pembangunan kereta api sangat mahal dan sulit dilakukan. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil dan tersebar di daerah yang terjal, Bhutan tidak merasa perlu membangun jalur kereta api untuk memenuhi kebutuhan transportasi mereka.


3. Andorra: Resor Ski Tanpa Kereta Api


Terletak di antara Perancis dan Spanyol, Andorra dikenal dengan resor ski yang populer. Namun, negara kecil ini tidak memiliki sistem kereta api. Lingkungan yang berbukit membuat biaya pembangunan rel kereta api sangat mahal. Selain itu, dengan ukuran negara yang kecil dan adanya pilihan transportasi alternatif seperti bus, Andorra tidak merasa membutuhkan kereta api.



4. Libya: Dari Kereta Api ke Tanpa Rel


Libya dulunya memiliki sistem kereta api yang dibangun oleh Italia pada awal abad ke-20. Namun, setelah mengalami ketidakstabilan politik, jaringan kereta api ini hancur pada tahun 1965. Meski ada rencana untuk membangun kembali sistem kereta api, negara ini sudah tanpa kereta api yang berfungsi selama beberapa dekade.


5. Siprus: Kereta Api yang Hanya Bertahan Sejenak


Siprus pernah memiliki sistem kereta api yang beroperasi dari tahun 1915 hingga 1950-an. Namun, karena permintaan yang rendah dan biaya pemeliharaan yang tinggi, sistem ini akhirnya ditutup. Saat ini, bus telah menggantikan kereta api, dan sejarah kereta api di negara ini hanya dapat dikenang melalui museum dan stasiun-stasiun lama.



6. Malta: Pulau Tanpa Kereta Api


Malta, sebuah pulau di Laut Mediterania, pernah memiliki jalur kereta api antara Valletta dan Mdina, namun sistem ini dihentikan karena faktor ekonomi. Dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan jalan raya yang sibuk, sistem kereta api dianggap tidak praktis. Sejak itu, kereta api sudah tidak ada lagi dalam sistem transportasi di pulau ini.


7. Kuwait: Kaya, Tapi Tanpa Kereta Api


Meskipun memiliki kekayaan minyak yang sangat besar, Kuwait tidak memiliki kereta api. Negara ini sangat bergantung pada mobil pribadi, dan meskipun ada rencana untuk membangun kereta api Gulf, sistem transportasi saat ini lebih fokus pada perjalanan darat. Pembangunan sistem kereta api belum menjadi prioritas bagi negara ini.



8. Suriname: Kereta Api yang Hilang


Suriname pernah memiliki jalur kereta api pada awal abad ke-20 untuk mengangkut emas, namun penemuan cadangan emas yang terbatas menyebabkan sistem ini dihentikan. Hingga saat ini, Suriname tidak memiliki sistem kereta api yang berfungsi, dan transportasi utama dilakukan dengan kendaraan darat.


Meskipun kedelapan negara ini tidak memiliki kereta api, mereka tetap bisa beradaptasi dengan mengandalkan mobil, bus, atau perahu sebagai moda transportasi utama. Faktor geografis dan ekonomi masing-masing negara telah membentuk sistem transportasi yang mereka miliki. Menarik untuk melihat bagaimana negara-negara ini berkembang tanpa adanya kereta api, bukan?