Hai, para pecinta buku! Jika Anda sedang mencari bacaan baru yang seru, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan BookTok, tren terbesar yang sedang booming di TikTok saat ini!


Penasaran bagaimana tren ini dimulai dan bagaimana perkembangannya? Yuk, kita simak lebih dalam!


Evolusi BookTok


BookTok pertama kali muncul pada tahun 2020 di Amerika Serikat, ketika para kreator konten mulai membagikan kecintaan mereka terhadap buku dan membahas selera literasi mereka. Video pendek yang menggambarkan sebuah buku dengan cara yang cepat dan sering kali menggunakan emosi ini, membuat tren ini berkembang pesat. Pada tahun 2021, tren ini menyebar ke seluruh dunia dengan penggunaan hashtag "BookTok," yang memperkenalkan jutaan orang pada tren ini dan memberi mereka kesempatan untuk berpartisipasi, baik sebagai penonton maupun pembuat konten.


Hashtag populer seperti #booktokrecommendations dan #bookish memudahkan pengorganisasian katalog buku, sehingga pengguna bisa menemukan konten yang relevan dengan mudah. Baru-baru ini, popularitas BookTok semakin besar, bahkan toko buku terbaik di Italia dan seluruh dunia mulai membuat bagian khusus di toko online dan offline mereka untuk menampilkan buku-buku yang sedang hangat diperbincangkan. Minat yang luar biasa terhadap konten ini telah mendorong pertumbuhan BookTok yang stabil tanpa adanya lonjakan negatif. Kemajuan ini sebagian besar disebabkan oleh para BookTokers yang terus mengembangkan konten mereka dari tahun ke tahun, memperkaya berbagai aspek dan memperkenalkan format-format baru dalam video mereka.



Format Populer di BookTok


Ada beberapa hashtag dan format yang membuat tren ini semakin terkenal dan menarik jutaan interaksi. Apa saja format tersebut?


#BookRecommendations: BookTokers membuat video pendek yang merekomendasikan buku berdasarkan tema-tema tertentu, seperti "buku untuk bacaan musim panas" atau "buku yang bisa membuat Anda tertawa."


#BookReview: BookTokers membagikan ulasan mereka, memberikan gambaran tentang alur cerita, karakter, dan pendapat pribadi tentang buku yang telah dibaca.


#BookHaul: BookTokers dengan antusias menunjukkan buku-buku terbaru yang baru mereka beli atau terima, menciptakan semacam "unboxing" literasi.


#BookTokChallenge: Tantangan yang bisa diarahkan kepada BookTokers dan pengikut mereka, misalnya tantangan "Berapa banyak buku yang bisa saya baca dalam 24 jam?"


Iklan di BookTok


Dengan meningkatnya visibilitas dan pengaruh BookTok, industri penerbitan dan para profesional pemasaran mulai menyadari pentingnya promosi buku melalui tren ini dan mulai bekerja sama dengan para BookTokers. Untuk mempromosikan buku secara efektif di TikTok, penting untuk membangun kepercayaan antara BookTokers dan pengikut mereka. Hal ini sangat krusial agar konten berbayar memiliki tingkat konversi yang tinggi.


Konten iklan yang dibuat umumnya terbagi dalam dua kategori:


- Cerita: BookTokers ditugaskan untuk membuat video berdurasi satu menit yang menceritakan plot buku yang sedang dipromosikan dengan cara yang menarik dan penuh suspense, mendorong pengikut untuk membeli buku agar tahu bagaimana cerita itu berlanjut.


- Wawancara: Dalam jenis konten ini, iklan dilakukan melalui percakapan antara BookToker dan penulis buku yang dipromosikan, yang fokus pada tema buku dan maknanya.


Dampak BookTok terhadap Industri Penerbitan


BookTok telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia penerbitan, dengan dampak positif yang tidak luput dari perhatian. Mari kita lihat beberapa aspek penting dari fenomena BookTok yang memengaruhi industri penerbitan:


1. Peningkatan Penjualan


Dibandingkan dengan lima bulan pertama tahun 2019, penjualan pada tahun 2023 meningkat 16,7% dalam nilai pasar dan 15,3% dalam jumlah eksemplar yang terjual (Asosiasi Penerbit Italia). Penerbit kecil dan menengah paling diuntungkan, karena pergeseran tren ini memungkinkan mereka bersaing dengan penerbit besar meskipun dengan anggaran promosi dan distribusi yang lebih terbatas.


2. Penemuan Judul dan Penulis Baru


Berkat BookTok, para penggemar buku memiliki kesempatan untuk menemukan judul dan penulis baru yang mungkin sebelumnya tidak mereka perhatikan. Melalui video rekomendasi dan diskusi membaca, BookTok telah memperluas pilihan bacaan dan membawa buku-buku atau penulis baru ke permukaan.


3. Inovasi dalam Promosi Buku


Kehadiran tren ini memperkenalkan cara baru untuk mempromosikan buku, jauh dari ulasan tulisan yang sebelumnya membuat audiens muda menjauh dari dunia literasi sebelum pandemi dan ledakan tren ini.


BookTok dan Kritiknya


Meski membawa kesuksesan besar dan meningkatkan minat baca, BookTok juga mendapat beberapa kritik. Mari kita bahas dua kritik utama yang sering muncul:


1. Kelebihan Fokus pada Review Singkat: Pembuatan ulasan video singkat yang hanya berdurasi beberapa detik membuat banyak penggemar buku menganggap konten ini terlalu dangkal dan tidak lengkap.


2. Kurangnya Evaluasi Kritis: Video-video yang sering kali mengandalkan emosi BookToker dalam memilih buku telah memunculkan kekhawatiran di kalangan para kritikus tentang pengaruh selera pribadi yang terlalu dominan dalam memilih buku. Mereka memperingatkan agar Anda tidak membiarkan preferensi orang lain terlalu mempengaruhi pilihan pribadi Anda.


Meskipun para kritikus mengakui bahwa tren ini tidak sepenuhnya merugikan, mereka menyoroti beberapa mekanisme dalam tren ini yang mungkin memengaruhi pengalaman membaca yang baik. Mereka menyarankan untuk melihat konten ini sebagai inspirasi, bukan penilaian definitif.


Tren BookTok adalah tentang para penggemar buku yang membuat video pendek dan menarik untuk membantu sesama pembaca menemukan buku favorit mereka. Seiring berjalannya waktu, para kreator ini bahkan mendapat julukan, BookTokers. Apa yang membuat BookTok istimewa adalah komunitasnya yang kuat, yang bersatu oleh kecintaan terhadap buku. Jadi, jika Anda belum terjun ke dalam dunia BookTok, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukannya dan menemukan buku-buku baru yang bisa memperkaya hidup Anda!