Mbira, sebuah alat musik tradisional asal Afrika, sangat penting bagi masyarakat Shona di Zimbabwe dan Malawi.


Digunakan dalam berbagai acara sosial dan perayaan, Mbira memiliki suara yang khas yang mampu menghubungkan generasi melalui warisan budaya yang kaya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang alat musik ini.


Peran Mbira dalam Acara Tradisional


Musik mbira tidak hanya sekadar hiburan, ia merupakan simbol spiritual dan budaya yang mendalam. Di Zimbabwe, musik mbira dipercaya mampu menghubungkan orang hidup dengan leluhur mereka. Alat musik ini sering dimainkan dalam berbagai upacara untuk mengenang yang telah meninggal serta merayakan kehidupan. Suara mbira dipercaya bisa menjembatani dunia spiritual dengan kenyataan, menjadikannya bagian penting dalam banyak acara budaya.


Pada tahun 2020, "seni pembuatan dan permainan alat musik jari tradisional dari Malawi dan Zimbabwe, Mbira/Sansi" diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari Daftar Warisan Budaya Takbenda Umat Manusia.


Perkembangan Modern: Kalimba


Kalimba adalah versi modern dari mbira yang diproduksi secara komersial dan dipopulerkan oleh etnomusikolog Hugh Tracy pada akhir tahun 1950-an. Instrumen ini sangat mirip dengan mbira, dan Tracy menamainya "kalimba" berdasarkan pendahulu kuno dari keluarga instrumen mbira. Kalimba menjadi semakin dikenal di luar Afrika setelah diperkenalkan ke pasar internasional.


Kalimba pada dasarnya adalah versi barat dari mbira yang mendapatkan popularitas pada tahun 1960-an dan awal 1970-an. Keberhasilan musisi seperti Maurice White dan Thomas Mapfumo dari Earth, Wind & Fire pada tahun 1970-an turut memperkenalkan kalimba ke panggung internasional. Mereka menggunakan mbira sebagai alat musik pengiring yang dipadukan dengan instrumen modern seperti gitar elektrik, bass, drum, dan terompet. Lagu-lagu yang mereka aransemen terinspirasi langsung dari repertoar tradisional mbira.


Pengaruh Mbira dalam Budaya Modern


Meskipun lebih dikenal di Botswana, mbira juga muncul dalam film yang dirilis pada tahun 1980-an. Dalam permainan video yang sangat populer, Donkey Kong Country Returns (2010), salah satu karakter jahatnya bernama Krazy Kalimba. Dia adalah anggota suku bertema alat musik Tiki Tak yang desainnya terinspirasi dari tuts kalimba, dan ia memainkan musik kalimba sebagai bagian dari mantra hipnotis yang digunakannya untuk memanipulasi hewan-hewan agar mengikuti kehendaknya. Ini menunjukkan bagaimana kalimba, sebagai alat musik modern, memiliki daya tarik yang melampaui batasan budaya tradisional.


Cara Memainkan Mbira


Mbira terdiri dari sebuah platform kayu dengan tuts logam yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan, khususnya ibu jari dan kadang-kadang jari telunjuk. Beberapa model mbira juga dilengkapi dengan resonator untuk memperkuat suara yang dihasilkan. Bunyi mbira yang jernih dan mirip lonceng sangat mudah dikenali, terutama ketika dimainkan bersamaan dengan hosho, sebuah alat perkusi tradisional yang memberikan irama dan kedalaman pada musik mbira.


Mbira lebih dari sekadar alat musik; ia adalah bagian hidup dari warisan budaya Afrika. Dari akar tradisionalnya yang dalam hingga pengaruhnya di dunia modern, suara mbira terus menghubungkan kita semua. Baik dalam acara tradisional atau konser musik, kita bisa merasakan sejarah budaya yang mendalam yang mengalun melalui setiap nada yang dihasilkan oleh mbira.