Wisata antariksa kini menjadi frontier terbaru dalam dunia perjalanan petualangan. Ini adalah konsep perjalanan ke luar angkasa untuk tujuan rekreasi atau hiburan. Meskipun ada banyak jenis wisata antariksa, seperti penerbangan orbital, suborbital, dan bahkan perjalanan ke bulan, konsep ini terus berkembang dan semakin meluas.


Namun, wisata antariksa juga mencakup beragam aktivitas lainnya. Menurut Space Tourism Guide, wisata antariksa melibatkan semua kegiatan komersial yang berkaitan dengan luar angkasa. Ini bisa berarti perjalanan ke luar angkasa sebagai wisatawan, menonton peluncuran roket, mengunjungi situs peluncuran, mengamati bintang, dan banyak lagi.


Sejarah Singkat Wisata Antariksa


Konsep wisata antariksa menjadi kenyataan ketika warga negara Amerika, Dennis Tito, menjadi turis antariksa pertama. Pada bulan April 2001, Tito menghabiskan hampir delapan hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pengalaman ini membuatnya mengeluarkan sekitar $20 juta, menjadikannya warga sipil pertama yang membeli tiket ke luar angkasa. Setelah itu, enam orang lainnya mengunjungi ISS, membuat wisata antariksa semakin populer. Begitu terbukti bahwa banyak orang tertarik, semakin banyak perusahaan yang masuk ke industri ini untuk memanfaatkan antusiasme yang tumbuh terhadap perjalanan luar angkasa.


Perusahaan-perusahaan seperti Blue Origin, yang didirikan pada tahun 2000, dan Virgin Galactic, yang didirikan pada tahun 2004, mulai bekerja untuk membuat perjalanan luar angkasa dapat diakses oleh masyarakat umum. Awalnya, para turis hanya bisa terbang menggunakan pesawat luar angkasa Soyuz menuju ISS, tetapi sekarang, seiring berkembangnya pasar, berbagai perusahaan menawarkan berbagai destinasi luar angkasa.


Perusahaan-perusahaan Wisata Antariksa


Saat ini, ada enam perusahaan besar yang bekerja untuk mengatur atau merencanakan penerbangan wisata antariksa:


- Virgin Galactic


- Blue Origin


- SpaceX


- Boeing


- Axiom Space


- Space Perspective


Dua perusahaan pertama, Virgin Galactic dan Blue Origin, fokus pada penerbangan suborbital. Axiom Space dan Boeing sedang bekerja pada misi penerbangan orbital, dan SpaceX memiliki rencana untuk perjalanan wisata ke bulan di masa depan. Perusahaan SpaceX yang dipimpin oleh Elon Musk telah menggunakan pesawat Crew Dragon untuk penerbangan orbital, seperti misi Inspiration4, yang berlangsung selama tiga hari. Sementara itu, Space Perspective sedang mengembangkan sistem penerbangan berbasis balon yang bertujuan membawa penumpang ke stratosfer dan berencana memulai penerbangan komersial pada tahun 2024.


Penerbangan Orbital vs Suborbital


Penerbangan orbital dan suborbital sangat berbeda satu sama lain. Penerbangan orbital berarti berada di orbit, yang melibatkan perjalanan dengan kecepatan sangat tinggi untuk terus mengelilingi Bumi dan menghindari jatuh kembali ke planet. Perjalanan jenis ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga lebih dari seminggu. Sementara itu, penerbangan suborbital lebih mirip dengan "lompat luar angkasa." Anda akan diluncurkan, melakukan perjalanan dalam lintasan besar, dan kemudian kembali ke Bumi tanpa memasuki orbit. Penerbangan suborbital biasanya berlangsung sekitar 2 hingga 3 jam.


Sebagai contoh, penerbangan suborbital dapat membawa Anda hingga 100 kilometer di atas permukaan Bumi. Untuk mencapai orbit, Anda harus mencapai kecepatan sekitar 28.000 km/jam atau lebih cepat. Untuk terbang naik dan kembali ke Bumi (suborbital), kecepatan 6.000 km/jam sudah cukup. Hal ini menjadikan penerbangan suborbital lebih hemat energi, menggunakan bahan bakar yang lebih sedikit, dan oleh karena itu, lebih murah.


Berapa Biaya Wisata Antariksa?


Berikut adalah perkiraan biaya untuk beberapa jenis penerbangan wisata antariksa:


- Virgin Galactic: $250.000 untuk penerbangan suborbital 2 jam dengan ketinggian 80 kilometer


- Blue Origin: $300.000 untuk penerbangan suborbital 12 menit dengan ketinggian 100 kilometer


- Axiom Space: $55 juta untuk penerbangan orbital 10 hari


- Space Perspective: $125.000 untuk penerbangan suborbital 6 jam dengan ketinggian 32 kilometer


Dari data tersebut, dapat terlihat bahwa penerbangan suborbital umumnya lebih murah dibandingkan dengan penerbangan orbital.


Apakah Wisata Antariksa Layak Dicoba?


Apa yang bisa Anda harapkan dari perjalanan antariksa? Selain pemandangan luar biasa, berikut adalah beberapa pengalaman yang mungkin Anda rasakan:


- Ketiadaan berat badan (Weightlessness): Selama penerbangan suborbital, Anda akan merasakan beberapa menit ketiadaan berat badan. Ini adalah perasaan luar biasa yang tidak akan pernah Anda lupakan.


- Mabuk Antariksa: Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti keringat dingin, mual, kelelahan, dan muntah. Bahkan astronaut berpengalaman pun bisa mengalami mabuk antariksa!


- G-Forces: Gaya gravitasi yang Anda rasakan saat peluncuran roket sangat intens. Pada saat peluncuran, astronaut biasanya merasakan sekitar 3G, yang berarti tiga kali lebih besar dari gaya gravitasi normal di Bumi.


Bisakah Saya Menjadi Wisatawan Antariksa?


Saat ini, hambatan terbesar dalam wisata antariksa adalah biaya. Namun, ingatlah bahwa perjalanan udara dahulu juga sangat mahal. Dahulu, harga tiket pesawat bisa lebih dari setengah harga mobil baru. Hal yang sama bisa terjadi pada perjalanan luar angkasa, biaya mungkin akan turun seiring waktu. Untuk saat ini, Anda harus sangat kaya atau memenangkan tiket, seperti yang dialami oleh Sian Proctor, anggota misi Inspiration4.


Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menghabiskan ribuan dolar untuk perjalanan luar angkasa, pertimbangkan hal ini: perjalanan ke luar angkasa tidak selalu berjalan mulus.


Mengapa Wisata Antariksa Berbahaya bagi Lingkungan?


Peluncuran roket dapat membahayakan lingkungan. Bahan bakar roket yang terbakar melepaskan gas berbahaya dan partikel jelaga, yang dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan ozon. Sebagai contoh, pada tahun 2018, roket menghasilkan karbon hitam sebanyak yang dihasilkan seluruh industri penerbangan global dalam setahun.


Namun, tidak semua perusahaan luar angkasa menggunakan karbon hitam sebagai bahan bakar. Misalnya, roket "New Shepard" milik Blue Origin menggunakan mesin berbahan bakar hidrogen cair. Hidrogen tidak menghasilkan karbon, melainkan berubah menjadi uap air saat dibakar.


Namun, potensi adopsi massal wisata antariksa yang semakin besar merupakan hal yang paling mengkhawatirkan bagi lingkungan. Semakin banyak peluncuran roket, semakin banyak emisi karbon yang dilepaskan. Virgin Galactic sendiri berencana untuk meluncurkan hingga 400 penerbangan setiap tahun. Bayangkan saja, 1.000 penerbangan luar angkasa akan menghasilkan cukup jelaga untuk memanaskan Antartika hingga hampir 1°C!


Wisata antariksa mungkin menjadi hal besar berikutnya dalam dunia perjalanan, tetapi untuk saat ini, ini masih merupakan kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh beberapa orang saja. Apakah Anda berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang ingin Anda coba? Bagikan pendapat Anda bersama kami, Lykkers! Jika Anda menyukai artikel ini, jangan lupa untuk membagikannya kepada teman-teman Anda dan beri tahu kami pendapat Anda di media sosial.