Pernahkah Anda berpikir bahwa tenis bukan hanya olahraga yang membutuhkan keterampilan, kebugaran, dan perlengkapan yang tepat? Apa jadinya jika saya katakan bahwa tenis memiliki akar sejarah yang dalam yang terhubung dengan kerajaan?
Meskipun tenis dikenal dengan biaya yang tinggi, peralatan yang mahal, dan kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk bermain, ada alasan lebih dalam lagi yang mengarah ke sejarah kerajaan. Mari kita telusuri kisah menarik di balik bagaimana tenis menjadi olahraga yang identik dengan kalangan elit.
Kelahiran Tenis: Masa Lalu yang Bergelimang Kemewahan
Asal-usul tenis modern dapat ditelusuri kembali pada abad ke-12 di Prancis. Awalnya, tenis adalah permainan yang dikenal dengan nama "jeu de paume" atau “handball” yang populer di kalangan para rohaniwan. Permainan ini pertama kali dimainkan di halaman kapel, dengan uskup dan imam sebagai penggemar utamanya. Seiring waktu, permainan ini mulai menyebar di kalangan anggota paduan suara dan pelajar laki-laki, menjadi tren yang berkembang pesat. Mereka mulai bermain di alun-alun kota atau dinding kastil.
Aturan tertulis pertama yang dikenal dengan nama "Regulasi Tenis Esteem Kerajaan" mengatur bahwa peserta (yang disebut sebagai pria terhormat) harus bermain untuk "hiburan fisik dan kesenangan mental," dengan larangan untuk mengumpat atau menyebut nama Tuhan dalam permainan.
Meningkatnya Popularitas Tenis di Kalangan Kerajaan
Seiring permainan ini semakin populer, pemain mulai menggunakan sarung tangan dan akhirnya membuat raket yang mirip dengan senar gitar. Permainan ini mulai berkembang menjadi sesuatu yang mirip dengan tenis modern. Tak lama kemudian, tenis diterima dengan antusias oleh keluarga kerajaan Eropa. Raja-raja seperti Henry II, Charles I, dan James II menjadi penggemar berat, bahkan terkadang bermain sejak pukul 5 atau 6 pagi.
Namun, kenaikan popularitas tenis tidak datang tanpa pembatasan. Monarki Prancis dan Inggris mengeluarkan undang-undang yang menyatakan bahwa hanya kalangan bangsawan yang boleh berpartisipasi dalam olahraga ini. Meskipun aturan ini dimaksudkan untuk menjaga eksklusivitas olahraga ini, kenyataannya pembatasan tersebut tidak selalu berhasil.
Menciptakan Hambatan untuk Masuk ke Dunia Tenis
Karena pembatasan akses tidak efektif, keluarga kerajaan akhirnya membuat tenis semakin sulit diakses oleh masyarakat umum. Mereka menaikkan tarif dan membuat tenis menjadi olahraga yang hanya bisa diakses oleh kalangan elit dengan cara:
- Lapangan yang Mahal: Lapangan tenis yang digunakan haruslah lapangan indoor yang miring dan seringkali sangat kompleks, dengan bagian-bagian dan lubang-lubang yang rumit. Membuat salah satu lapangan ini akan memakan biaya sekitar $10,000 pada zaman sekarang.
- Gaya Permainan yang Unik: Berbeda dengan tenis yang kita kenal saat ini, lapangan tenis zaman dahulu memiliki dinding dan bahkan atap, memungkinkan pemain untuk memantulkan bola dari dinding tersebut. Ini menjadikan permainan lebih menantang dan mengharuskan pemain untuk lebih cepat dan kreatif.
- Aturan yang Rumit: Permainan tenis pada masa itu memiliki berbagai aturan yang rumit, termasuk menggunakan "jendela" di lapangan. Selain itu, ada aturan "kejar" yang berlaku setelah bola memantul dua kali.
- Peralatan Eksklusif: Raket dan bola dibuat dengan tangan oleh pengrajin khusus, membuatnya tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. Bola terbuat dari gabus, tali, dan kain felt, yang membuat bola tersebut lebih keras dan cepat dibandingkan dengan bola tenis yang kita gunakan saat ini.
Kelahiran "Real Tennis"
Versi permainan yang telah berkembang ini dikenal dengan nama "real tennis" atau "court tennis." Namun, karena kompleksitas aturan dan perlengkapan yang sangat khusus, minat terhadap permainan ini mulai menurun. Bahkan para bangsawan dan keluarga kerajaan pun semakin jarang bermain. Akibatnya, pemain profesional tenis mulai muncul, membentuk guild mereka sendiri dan menerima perlindungan dari istana kerajaan.
Bagi kalangan aristokrat, tenis beralih fungsi dari olahraga yang diikuti menjadi tontonan hiburan, di mana mereka menonton pertandingan dan bertaruh untuk kesenangan.
Penurunan dan Kebangkitan Tenis Modern
Pada abad ke-17, "real tennis" mulai populer di kalangan bangsawan di Prancis, Spanyol, Italia, dan Kekaisaran Austro-Hungaria. Namun, dengan kebangkitan pemerintahan Napoleon dan ketidakstabilan politik di Eropa, real tennis mulai mengalami penurunan.
Barulah pada tahun 1873, ketika Mayor Walter Clopton Wingfield dan beberapa orang lainnya menciptakan tenis lapangan yang dimainkan di luar ruangan di lapangan rumput, olahraga ini kembali mendapatkan popularitas. Versi tenis ini menyederhanakan aturan permainan, menghapuskan kompleksitas lapangan indoor, dan membuat permainan lebih mudah diakses. Wingfield memperkenalkan paket lengkap dengan raket, bola, dan peralatan lainnya yang dijual, memudahkan orang untuk memulai bermain tenis.
Tenis yang Kita Kenal Saat Ini
Dengan perubahan tersebut, tenis lapangan berkembang pesat di Inggris dan dengan cepat menjadi salah satu olahraga paling populer di negara tersebut. Pada tahun 1875, tenis menjadi olahraga utama bagi banyak orang. Meskipun tenis sering kali dianggap memiliki hambatan tinggi untuk masuk, olahraga ini tak dapat disangkal telah menjadi salah satu yang paling menarik dan mendebarkan untuk disaksikan. Keterampilan atlet papan atas, mulai dari servis mereka hingga gerakan kaki dan kemampuan mereka untuk bereaksi dengan cepat, merupakan tontonan yang luar biasa.
Entah itu intensitas pertandingan atau beragam gaya bermain para pesaing, tenis terus memikat penggemar di seluruh dunia. Jadi, jika Anda baru mengenal olahraga ini, mengapa tidak mencoba menonton pertandingan dan melihat apakah tenis bisa menarik minat Anda?
Jadi, Lykkers, inilah kisah tenis yang dimulai sebagai olahraga kerajaan, dirancang untuk tetap eksklusif, namun kini telah berkembang menjadi fenomena global. Dari asal-usul kerajaan hingga versi modern yang kita lihat saat ini, tenis tetap menjadi olahraga yang penuh dengan kegembiraan dan prestise. Jika Anda penasaran tentang tenis, mungkin tempat terbaik untuk memulai adalah dengan menonton pertandingan dan merasakan mengapa begitu banyak orang tertarik pada olahraga ini!