Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa afternoon tea menjadi tradisi yang begitu besar di Inggris? Kita sering melihat pesta teh yang elegan dalam film, namun apakah kita benar-benar tahu kisah di balik tradisi ikonik ini?


Mari kita telusuri sejarah menarik dari afternoon tea, asal-usulnya, dan bagaimana tradisi ini menjadi kebiasaan yang sangat dicintai oleh masyarakat Inggris.


Afternoon Tea: Tradisi yang Relatif Baru


Dalam benak kebanyakan orang, afternoon tea adalah salah satu tradisi khas Inggris. Namun, sejarah orang Inggris meminum teh tidaklah setua yang Anda bayangkan. Tradisi minum teh di Inggris dimulai lebih dari 300 tahun yang lalu. Pada akhir abad ke-17, Raja Charles II dan istrinya, Catherine of Braganza (yang dikenal sebagai "Ratu Teh"), membantu mempopulerkan teh di istana kerajaan, dan segera teh menjadi populer di kalangan bangsawan. Namun, konsep "afternoon tea" baru muncul pada pertengahan abad ke-19.



Bagaimana Afternoon Tea Menjadi Sebuah Acara Sosial


Lalu, bagaimana tradisi teh ini berkembang menjadi acara sosial yang kita kenal saat ini? Ceritanya berawal dari Anna Maria, Duchess of Bedford. Anna, yang merupakan teman dekat Ratu Victoria, adalah salah satu sosialita terkemuka di London pada masa itu. Di rumahnya, makan malam biasanya disajikan pada pukul 8 malam, yang menyebabkan ada jeda panjang antara makan siang dan makan malam. Sekitar pukul 4 sore, Anna merasa cukup lapar, sehingga ia meminta pelayan untuk menyajikan teh, roti, mentega, dan kue-kue di kamarnya. Seiring waktu, camilan kecil ini menjadi ritual harian bagi Anna, dan ia mulai mengundang teman-temannya untuk bergabung. Inilah awal mula ide afternoon tea sebagai acara sosial!


Tak lama kemudian, afternoon tea menjadi simbol mode di kalangan kelas atas Inggris. Pada abad ke-19, para wanita akan berganti pakaian elegan, mengenakan sarung tangan dan topi, lalu berkumpul untuk menikmati afternoon tea antara pukul 4 hingga 5 sore. Saat cuaca hangat, pertemuan ini sering dipindahkan ke taman, sehingga kalangan atas bisa menikmati udara segar sambil menikmati teh.


Afternoon Tea Sebagai Pameran Status Sosial


Afternoon tea bukan hanya soal menikmati teh dan camilan, ini juga menjadi cara bagi kalangan kaya untuk memamerkan status sosial mereka. Pada masa itu, teh adalah barang mewah yang hanya dapat dijangkau oleh kalangan kaya, dan orang-orang menggunakan pesta teh untuk menunjukkan kekayaan mereka. Lukisan-lukisan sering menggambarkan orang-orang dengan cangkir teh porselen yang indah dan teh berkualitas tinggi, menandakan bahwa mereka adalah bagian dari lapisan sosial atas.


Menariknya, bahkan para pelayan mulai meniru ritual afternoon tea ini, mengikuti perilaku majikan mereka. Kebiasaan ini akhirnya menyebar ke masyarakat umum, mengubah apa yang dulunya merupakan aktivitas pribadi kalangan bangsawan menjadi tradisi yang dicintai dan dinikmati oleh orang-orang dari berbagai lapisan sosial.


Etiket dalam Afternoon Tea


Ada beberapa aturan yang sangat spesifik dalam afternoon tea, dan ini lebih dari sekadar minum teh. Teh adalah komponen utama, tetapi ada dua elemen penting lainnya: sandwich jari dan scone. Sandwich-sandwich ini sebaiknya dipotong kecil-kecil, bukan yang besar seperti yang biasa kita makan saat makan siang. Oleh karena itu, mereka sering disebut "finger sandwiches" karena mudah dipegang dan dimakan dalam sekali suap. Salah satu jenis sandwich yang wajib ada dalam afternoon tea adalah sandwich mentimun.


Scone juga merupakan bagian penting dari afternoon tea, dan ada cara yang benar untuk menikmatinya. Jika scone besar, Anda bisa memotongnya dengan pisau, tetapi scone kecil bisa dibelah dengan tangan. Topping klasik untuk scone adalah krim kental dan selai stroberi, masing-masing disajikan dalam wadah kecil. Yang perlu diperhatikan adalah urutan penyebaran topping: pertama krim, baru kemudian selai. Dan jangan lupa, jangan pernah mencelupkan sendok langsung ke dalam wadah krim atau selai!



High Tea vs. Afternoon Tea


Anda mungkin familiar dengan istilah "high tea," namun tahukah Anda bahwa ini berbeda dari afternoon tea? Kedua istilah sering digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya mereka merujuk pada dua tradisi yang berbeda. Afternoon tea, yang populer berkat Duchess of Bedford, dimaksudkan untuk mengisi celah antara makan siang dan makan malam. Itu bukanlah pengganti makan malam.


Di sisi lain, high tea berasal dari kalangan pekerja. Bagi para buruh di Inggris abad ke-19, waktu minum teh baru datang setelah jam kerja, dan biasanya disertai dengan hidangan berat, bukan hanya camilan ringan. High tea dirancang sebagai makanan substansial yang memberi energi setelah hari yang panjang. Saat ini, istilah "high tea" sering mengacu pada makan malam yang lebih berat di akhir hari kerja, sementara "afternoon tea" tetap menjadi acara sosial yang ringan.


Penurunan dan Kebangkitan Kembali Afternoon Tea


Awalnya, afternoon tea adalah acara yang dilakukan di rumah, dengan tuan rumah mengundang teman dan keluarga untuk berkumpul sambil menikmati teh, kue, dan obrolan. Namun seiring popularitasnya, pesta teh mulai berpindah dari rumah ke tempat umum seperti ruang teh dan taman. Pada era Edwardian, afternoon tea bahkan menjadi acara di hotel dan restoran mewah.


Meski sempat mengalami penurunan, afternoon tea kembali populer di abad ke-21. Kini, Anda bisa menemukan orang-orang yang mengantri untuk mendapatkan pengalaman afternoon tea yang sempurna di hotel-hotel mewah. Dari hotel-hotel mewah di London hingga ruang teh yang nyaman di York, afternoon tea kini menjadi tradisi yang digemari lagi. Sekarang, afternoon tea dianggap sebagai cara yang chic dan santai untuk menghabiskan sore hari.


Afternoon tea mungkin dimulai sebagai solusi sederhana untuk mengisi perut di antara waktu makan, namun seiring berjalannya waktu, ia berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ini adalah tradisi yang melambangkan keanggunan, bersosialisasi, dan kenikmatan khas Inggris. Meskipun pernah mengalami masa-masa sulit, afternoon tea telah berhasil bertahan dan terus mempererat hubungan antar orang. Baik Anda berada di hotel mewah atau ruang teh yang lebih santai, tidak ada yang lebih menyenangkan daripada duduk menikmati secangkir teh, sandwich jari, dan scone yang baru dipanggang.