Hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing, memang memberikan kebahagiaan bagi banyak orang. Mereka menjadi teman setia yang menemani hari-hari kita. Namun, perlu diingat bahwa terkadang hewan peliharaan dapat membawa penyakit menular yang bisa berdampak pada kesehatan kita.


Tahukah Anda bahwa ada lebih dari 30 jenis penyakit yang bisa ditularkan hewan peliharaan kepada manusia? Menakutkan, bukan? Kali ini, mari kita bahas 8 jenis infeksi yang umum terjadi dan bagaimana cara melindungi diri Anda serta keluarga Anda dari bahaya ini.


1. Rabies: Penyakit yang Mematikan


Rabies adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya yang harus kita waspadai. Rabies adalah infeksi virus yang terdapat pada air liur dan jaringan saraf hewan, terutama kucing dan anjing. Data menunjukkan bahwa 70% kasus rabies berasal dari anjing, sementara 20% berasal dari kucing. Rabies sangat berbahaya karena 100% fatal setelah gejala muncul. Setiap tahunnya, sekitar 60.000 orang meninggal karena rabies di seluruh dunia, dengan satu orang meninggal setiap 10 menit. Rabies bisa ditularkan jika hewan peliharaan menggigit atau mencakar kita, maka penting untuk memastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksinasi yang tepat.



2. Ringworm: Infeksi Jamur dari Hewan Peliharaan


Ringworm adalah infeksi jamur yang cukup umum. Kucing dan anjing bisa membawa jamur ini, dan jika kita bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi, kita bisa tertular ringworm. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bercak-bercak merah dan gatal di kulit. Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, penting untuk menjaga kebersihan diri dan rutin memeriksakan hewan peliharaan ke dokter hewan.



3. Penyakit Parasite: Cacing dan Lainnya


Hewan peliharaan bisa membawa parasit seperti cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, dan trikomoniasis. Parasit ini bisa ditularkan kepada manusia, menyebabkan gejala seperti sakit perut dan demam. Hewan peliharaan muda, terutama anak kucing dan anak anjing, lebih rentan membawa parasit ini, jadi penting untuk melakukan deworming secara teratur dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.



4. Toksoplasmosis: Ancaman Bagi Wanita Hamil


Toksoplasmosis adalah infeksi serius yang disebabkan oleh parasit yang terdapat dalam kotoran kucing dan anjing. Wanita hamil perlu lebih berhati-hati karena toksoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, kelahiran mati, atau cacat lahir. Untuk menghindari infeksi, wanita hamil sebaiknya memakai sarung tangan saat membersihkan kotoran hewan peliharaan dan mencuci tangan dengan bersih setelahnya.


5. Penyakit Cakar Kucing: Dari Cakar Hewan Peliharaan ke Tubuh Anda


Penyakit cakar kucing disebabkan oleh infeksi bakteri yang terjadi ketika kucing mencakar atau menggigit kita. Bakteri yang bernama Bartonella henselae ini bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening dan ruam kulit. Untuk mencegah hal ini, pastikan kuku kucing selalu terpotong rapi dan hindari bermain kasar dengan mereka.



6. Penyakit yang Dibawa Roden: Lebih Dari Sekadar Kuman


Roden seperti tikus dan hamster bisa lebih berbahaya dari yang kita kira. Mereka membawa lebih dari 200 patogen yang bisa membuat manusia sakit, dan lebih dari 50 di antaranya bisa menyebabkan infeksi serius. Salah satu penyakit yang berbahaya adalah Hantavirus, yang bisa menyebabkan gagal ginjal, demam, dan bahkan kematian. Penyakit lain yang dibawa oleh rodent termasuk pes, yang pernah memusnahkan banyak penduduk di Eropa. Jika Anda memiliki hewan peliharaan berupa rodent, pastikan kandangnya selalu bersih dan bebas dari kontaminasi.



7. Masalah Pencernaan: Hewan Peliharaan Bisa Membawa Bakteri Berbahaya


Kadang kita tidak menyadari bahwa hewan peliharaan, terutama anak kucing dan anak anjing, bisa membawa bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Bakteri ini bisa menyebar melalui kontak dengan kotoran hewan peliharaan, yang kemudian dapat menyebabkan gejala seperti muntah, diare, dan kram perut. Pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan kotoran hewan peliharaan dan pastikan mereka bebas dari infeksi gastrointestinal.



8. Salmonella: Reptil Bisa Menjadi Risiko


Reptil seperti kura-kura, kadal, dan ular memang terlihat menggemaskan, namun mereka bisa membawa bakteri Salmonella, yang mudah menular ke manusia melalui kontak dengan kulit, kotoran, atau permukaan yang terkontaminasi. Salmonella bisa menyebabkan demam, kram perut, dan diare, dan sangat berbahaya bagi anak-anak kecil. Pastikan kandang reptil selalu bersih dan hindari membiarkan reptil berkeliaran di tempat yang digunakan untuk menyiapkan makanan.


Siapa yang Harus Menghindari Hewan Peliharaan?


Beberapa orang harus lebih berhati-hati dalam memelihara hewan peliharaan. Wanita hamil sebaiknya menghindari kontak dengan hewan peliharaan tertentu, terutama kucing, karena risiko toksoplasmosis. Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita AIDS atau yang sedang menjalani kemoterapi, juga sebaiknya menghindari hewan yang bisa membawa infeksi atau parasit. Jika Anda termasuk dalam kategori ini, pertimbangkan untuk menikmati hewan melalui kunjungan ke tempat penampungan hewan.


Terkadang kecelakaan bisa terjadi, dan jika Anda digigit atau dicakar oleh hewan peliharaan, yang pertama harus dilakukan adalah jangan panik. Segera bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir untuk menghilangkan bakteri atau racun. Oleskan disinfektan dan tutup luka dengan perban bersih. Jika luka tersebut parah, segera cari pertolongan medis. Lebih baik mencegah daripada mengobati!