Musim NBA semakin mendekati akhir, dan persaingan di Wilayah Barat semakin sengit. Meski Los Angeles Lakers dan Golden State Warriors mulai menemukan ritme mereka, Phoenix Suns justru sedang mengalami kemunduran.
Mereka saat ini berada di peringkat ke-11 dengan rekor 29-33, dan peluang mereka untuk mencapai playoff hanya sekitar 0,4%. Meskipun begitu, ada satu pemain yang terus berjuang keras: Kevin Durant. Pemain bintang berusia 36 tahun ini masih mencatatkan rata-rata 41 menit per pertandingan, berusaha sekuat tenaga untuk membawa Suns meraih kemenangan.
Kondisi Terkini Suns
Situasi Phoenix saat ini sangat tidak menguntungkan. Meskipun pemilik tim, Mat Ishbia, mengeluarkan dana besar dalam pembayaran pajak mewah untuk membangun "Big Three" yang melibatkan Devin Booker, Bradley Beal, dan Kevin Durant, Suns tampaknya jauh dari kandidat juara. Booker dianggap sebagai pemain dengan keterbatasan dalam dimensi permainannya, kontrak Beal sejauh ini tidak memberikan hasil yang memuaskan, dan pertahanan tim ini bisa dibilang hampir tidak ada. Sementara itu, Durant terus berjuang sebaik mungkin untuk tim, namun peluang mereka semakin mengecil. Sejak Februari, Suns hanya meraih 4 kemenangan dari 15 pertandingan, dan Durant yang bermain dalam hampir seluruh pertandingan tersebut, hanya menyaksikan tim meraih 3 kemenangan.
Mengapa Durant Tetap Berjuang
Meskipun peluang Suns untuk meraih juara musim ini sangat tipis, Durant tetap menunjukkan dedikasinya. Ini bisa disebut sebagai takdir seorang "penggila basket" — seseorang yang tidak bisa berhenti bermain meskipun segala sesuatu tampaknya melawan mereka. Sama seperti pada Final 2019 ketika Durant mencoba tampil meski baru saja pulih dari cedera Achilles untuk membantu Warriors meraih kemenangan, dia tetap bermain dengan segenap tenaga. Pada pertandingan melawan Houston Rockets, saat Booker sedang tidak bermain dan Beal absen, Durant tampil selama 42 menit dan mencetak 37 poin, meskipun akhirnya timnya kalah. Begitu juga saat melawan Memphis Grizzlies, dia bermain 42 menit, namun pada kuarter terakhir dia tampak lebih banyak berlari mengikuti Booker yang tampak pasif. Namun, pada pertandingan melawan Los Angeles Clippers, Durant berhasil mencetak 34 poin dan membawa timnya melakukan comeback luar biasa, meskipun Booker tampil tidak maksimal.
Perjuangan Rekan-Rekannya
Namun, jelas bahwa usaha Durant tidak bisa menyelamatkan tim seorang diri. Pertahanan Suns tercatat sebagai salah satu yang terburuk di liga, sementara kedalaman skuad mereka sangat terbatas, terutama di sisi pertahanan. Keputusan manajemen untuk menukar pemain bertahan seperti Matisse Thybulle dan Jae Crowder membuat tim ini semakin rentan. Sementara itu, Booker dan Beal, yang seharusnya menjadi bagian dari "Big Three", justru tampil tidak konsisten. Booker memiliki peringkat pertahanan yang buruk, berada di urutan 229, sementara Beal hanya mencetak 17,6 poin per game dan peringkat efisiensi pertahanannya bahkan lebih buruk, berada di posisi 243. Apa yang seharusnya menjadi trio hebat, malah menjadi beban bagi Durant.
Cinta Murni Durant terhadap Permainan Basket
Meski tim tidak menunjukkan performa yang menggembirakan, Durant tetap menunjukkan dedikasinya yang luar biasa terhadap permainan basket. Setelah kemenangan atas Clippers, dia berkata, "Orang-orang mengira kami sudah selesai, tetapi saya tidak menyerah." Mentalitas ini membedakan dirinya dengan pemain lain seperti Kyrie Irving, yang kariernya terancam karena cedera. Durant, di sisi lain, tetap berjuang, bukan hanya untuk gelar juara, tetapi untuk cinta murninya terhadap permainan basket itu sendiri. Dari Oklahoma City ke Golden State, Brooklyn, dan kini Phoenix, Durant selalu digerakkan oleh semangat kompetitif yang murni. Meskipun kariernya banyak mendapat kritik, terutama setelah meraih gelar bersama Warriors, Durant terus bermain dengan penuh semangat, sering mengatakan, "Basketball is about playing the game, and in key moments, I just want to execute."
Perjalanan Sisyphus Durant
Perjalanan karier Durant seringkali terasa seperti kisah Sisyphus, tokoh dari mitologi Yunani yang dikutuk untuk mendorong batu besar ke puncak gunung, hanya untuk melihat batu itu terguling kembali setiap kali. Durant telah berulang kali berjuang menuju kesuksesan, hanya untuk melihatnya tergelincir dari tangannya.
Apa yang Harus Dilakukan Suns ke Depan?
Melihat kondisi tim saat ini, manajemen Suns perlu segera membuat keputusan. Jika mereka ingin mengubah arah tim, mereka harus mempertimbangkan untuk menukar Beal atau Booker dan mulai membangun tim yang lebih fokus pada pertahanan di sekitar Durant. Jika situasi ini terus berlanjut, mungkin sudah saatnya bagi Durant untuk meminta pertukaran dan pindah ke tim lain yang memberi kesempatan untuknya berjuang lebih maksimal.
Warisan Dedikasi Durant
Pada akhirnya, ketekunan Durant adalah bukti dari cintanya yang tak terhingga terhadap permainan basket. Ia bermain dengan intensitas yang tiada tandingannya, dan meskipun kariernya mungkin tidak berakhir dengan lebih banyak gelar juara dibandingkan rekan-rekannya, kita akan selalu mengingatnya sebagai seorang "penggila basket" yang tidak pernah menyerah, meskipun segala sesuatunya tampak mustahil. Ketika Durant akhirnya pensiun, satu hal yang akan selalu membekas dalam ingatan kita adalah komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap permainan ini.