Pernahkah Anda mendengar tentang "kucing gunung"? Mungkin istilah ini sudah tidak asing lagi, namun tahukah Anda jenis kucing liar apa yang sebenarnya dimaksud dengan "kucing gunung"?


Kali ini, kita akan mengupas berbagai jenis kucing yang sering disebut "kucing gunung". Anda mungkin akan terkejut melihat banyaknya jenis kucing liar yang masuk dalam kategori ini!


Kucing Ekor Pendek: Definisi Sempit dari Kucing Gunung


Mari kita mulai dengan jenis yang paling dikenal, yaitu kucing ekor pendek yang sering disebut sebagai "kucing gunung besar" dalam berbagai dokumenter dan program alam. Kucing liar berukuran sedang ini terkenal karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai lingkungan, sering ditemukan di daerah dengan vegetasi lebat atau daerah pegunungan. Nama "kucing gunung besar" kemungkinan berasal dari kenyataan bahwa kucing ini sering ditemukan di daerah berbukit dan pegunungan, terutama di dataran Amerika Utara.


Kucing ekor pendek, yang juga dikenal dengan nama bobcat, berasal dari Amerika Utara dan tersebar di Amerika Serikat, Kanada bagian selatan, dan Meksiko utara. Kucing ini adalah salah satu kucing liar yang paling banyak tersebar dan melimpah di kawasan tersebut. Bobcat sangat ahli dalam beradaptasi dengan berbagai habitat, yang membuatnya bertahan hidup dengan baik. Mereka adalah pemburu yang tangguh, bahkan dapat memangsa hewan sebesar rusa seberat 70 kilogram!


Lynx: Definisi Lebih Luas dari Kucing Gunung


Namun, ketika kita membicarakan tentang kucing gunung, tidak hanya kucing ekor pendek yang dimaksud. Istilah "kucing gunung" juga merujuk pada spesies dalam genus Lynx, yang mencakup berbagai kucing liar yang dikenal dengan kecintaannya terhadap daerah pegunungan dan berhutan. Dalam novel terkenal The Story of the Mountain Cat, tokoh utamanya adalah lynx Eurasia, yang juga dianggap sebagai jenis kucing gunung. Di Taiwan, orang menyebut lynx Eurasia sebagai "kucing gunung Eurasia", sementara kucing ekor pendek sering disebut sebagai "kucing gunung Amerika".


Seperti kucing ekor pendek, spesies lynx biasanya lebih suka tinggal di daerah berhutan atau berbukit, dan sering ditemukan di daerah pegunungan. Contohnya, di Tiongkok, lynx Eurasia ditemukan di daerah pegunungan di Tiongkok bagian timur laut dan barat laut, serta di Dataran Tinggi Tibet.


Ada empat spesies lynx, yaitu lynx Eurasia, lynx Kanada, lynx Spanyol, dan kucing ekor pendek. Semua kucing ini memiliki ciri-ciri yang serupa, seperti telinga besar dengan rambut lebat di ujungnya, ekor pendek, dan wajah besar yang memberikan kesan anggun namun menggemaskan. Kucing lynx adalah kucing berukuran sedang, dengan lynx Eurasia menjadi yang terbesar dengan berat 15-25 kilogram, sedangkan tiga spesies lainnya memiliki berat sekitar setengahnya.



Kucing Gunung Tiongkok: Lynx Gurun


Selanjutnya, ada kucing gurun, yaitu kucing liar unik yang berasal dari Tiongkok dan sering disebut sebagai "kucing gunung Tiongkok" dalam bahasa Inggris. Awalnya, kucing ini dikenal dengan nama "desert cat" dalam bahasa Inggris, tetapi nama tersebut sudah digunakan untuk spesies kucing liar lain yang ditemukan di Afrika dan Asia. Oleh karena itu, pada tahun 1992, para ahli memutuskan untuk mengganti nama kucing ini menjadi "kucing gunung Tiongkok".


Kucing ini banyak ditemukan di wilayah dataran tinggi di Tiongkok, seperti Qinghai, Tibet, dan Sichuan. Beratnya sekitar 4 kilogram, dan merupakan pemburu ulung terhadap rodentia di lingkungan yang keras ini.


Kucing Gunung Andean: Penghuni Pegunungan yang Sungguh


Kucing gunung Andean, yang berasal dari Amerika Selatan, adalah kucing liar kecil yang hidup di pegunungan Andes yang tinggi. Kucing ini memiliki berat antara 4-5 kilogram dan merupakan "kucing gunung" dalam pengertian yang paling literal. Habitatnya terbatas pada daerah pegunungan tinggi di Andes, menjadikannya spesialis pegunungan sejati. Untuk kejelasan, kucing ini kadang disebut juga sebagai "kucing puna", dan sebaiknya tidak disingkat hanya menjadi "kucing gunung" agar tidak membingungkan dengan spesies lain.



Kucing Gunung Yaeyama: Subspesies Kucing Macan Tutul


Di Kepulauan Ryukyu, Jepang, terdapat kucing yang dikenal sebagai kucing gunung Yaeyama, yang sebenarnya adalah subspesies dari kucing macan tutul. Ditemukan hanya di Pulau Ishigaki, kucing ini memiliki berat sekitar 4 kilogram. Meskipun merupakan subspesies dari kucing macan tutul, kucing ini sering disebut sebagai "kucing gunung" di Taiwan, dan istilah ini juga digunakan dalam beberapa literatur ilmiah. Namun, sebaiknya kucing ini disebut sebagai "kucing macan tutul Yaeyama" untuk mencerminkan klasifikasinya yang sebenarnya.


Bagaimana dengan Macan Salju?


Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana dengan macan salju? Meskipun macan salju hidup di daerah pegunungan seperti Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet, ia tidak disebut secara resmi sebagai "kucing gunung" dalam bahasa Inggris atau bahasa Tiongkok. Nama "macan salju" lebih tepat karena ia termasuk dalam genus Panthera, bukan genus Lynx.


Demikian pula, meskipun puma (juga dikenal sebagai cougar atau mountain lion) sering disebut sebagai "kucing gunung" dalam bahasa Spanyol, istilah ini tidak digunakan dalam bahasa Inggris atau bahasa Tiongkok.


Seperti yang Anda lihat, istilah "kucing gunung" tidak merujuk pada satu spesies saja. Istilah ini dapat mencakup berbagai jenis kucing liar yang hidup di daerah pegunungan atau wilayah berbatu. Beberapa di antaranya adalah kucing ekor pendek, spesies lynx, kucing gunung Tiongkok, kucing gunung Andean, dan lain-lain. Penting untuk menggunakan nama yang tepat saat membicarakan kucing-kucing ini agar tidak terjadi kebingungan. Meskipun "kucing gunung" adalah istilah yang sering digunakan, tidak ada sistem penamaan yang baku dalam bahasa Tiongkok, oleh karena itu sebaiknya tetap menggunakan nama spesies yang benar. Jadi, lain kali ketika Anda mendengar tentang kucing gunung, Anda akan tahu persis kucing mana yang dimaksud!