Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana gandum tumbuh, terbuat dari apa, atau mengapa itu digunakan dalam begitu banyak makanan favorit kita?
Hari ini, kami akan mendalami biji emas yang muncul di mana-mana—dari mie dan roti hingga camilan dan bahkan bahan bakar.
Baik kita sebagai penikmat makanan yang penasaran, pecinta makanan, atau hanya tertarik pada ilmu tentang apa yang kita makan, memahami gandum membantu kita membuat pilihan makanan yang lebih baik. Mari kita jelajahi kehidupan gandum bersama.
Gandum adalah tanaman seperti rumput yang tumbuh tegak. Batangnya biasanya berongga tetapi bisa memiliki jaringan lunak di dekat bagian bawah. Bergantung pada kesuburan tanah, batang gandum dapat menghasilkan beberapa tunas. Daunnya tumbuh ke arah bergantian, dan bunga-bunga terbentuk dalam bentuk paku di bagian atas tanaman. Setiap dari paku bunga kecil ini, yang disebut spikelet, biasanya mengandung dua butir kecil—itu adalah bagian yang kita makan! Butir-butir ini dilindungi oleh lapisan pelindung dan bisa memiliki bentuk dan tekstur yang berbeda tergantung pada jenisnya. Gandum kebanyakan melakukan penyerbukan sendiri, yang berarti berkembang biak tanpa memerlukan bantuan dari serangga atau angin.
Sebuah butir gandum mungkin terlihat kecil, tetapi di dalamnya terdapat lapisan-lapisan. Mulai dari luar ke dalam, terdapat lapisan kulit buah, lapisan biji, lapisan yang membantu menyerap nutrisi, embrio (tempat tumbuhnya tanaman baru), dan endosperm, yang kaya akan pati. Butir rata-rata panjangnya sekitar 8 mm dan berbentuk oval dengan alur di satu sisi. Fakta menarik: Butir itu tidak menempel erat pada lapisan luarnya, sehingga mudah digiling menjadi tepung!
Gandum tumbuh di banyak tempat di seluruh dunia, terutama di daerah dengan waktu siang hari yang panjang. Diusahakan dari permukaan laut hingga ke pegunungan tinggi, bahkan di ketinggian 4.000 meter seperti di Tibet. Ada dua jenis utama: gandum musim semi dan gandum musim dingin. Gandum musim semi ditanam di awal musim semi dan panen di musim panas—tumbuh cepat, sekitar dalam waktu 100 hari. Sedangkan gandum musim dingin, ditanam pada musim gugur dan dipanen musim panas berikutnya, membutuhkan sekitar 300 hari.
Gandum adalah salah satu makanan pokok utama di diet kita. Setelah digiling menjadi tepung, kita menggunakannya untuk membuat roti, kue, mie, pangsit, kue, kue kering, dan banyak makanan sehari-hari lainnya. Selain makanan, gandum juga dapat difermentasi menjadi minuman atau digunakan sebagai bahan bakar hayati. Jerami yang tersisa setelah panen juga bermanfaat—seringkali digunakan untuk pakan hewan, menutupi atap, atau bahkan membuat kertas dan barang tenun.
Mari kita perhatikan dengan lebih dekat apa yang kita dapatkan saat mengonsumsi gandum. Per 100 gram gandum merah keras musim dingin, kita mendapatkan:
- 327 kalori
- 71 gram karbohidrat
- 12 gram serat
- 13 gram protein
- Kaya akan vitamin B, zat besi, magnesium, fosfor, dan seng.
Terutama tinggi dalam mangan dan baik sebagai sumber energi. Tetapi kandungan zat gizi yang tepat bisa bervariasi tergantung dari mana gandum tersebut ditanam. Misalnya, gandum dari iklim yang lebih kering biasanya memiliki lebih banyak protein dan kualitas gluten yang lebih baik—bagus untuk membuat roti. Sementara itu, gandum dari daerah yang lebih basah cenderung lebih lembut dan kurang elastis, lebih baik untuk makanan yang lebih lembut.
Meskipun gandum bergizi, penting untuk mengetahui bahwa tidak semua orang bisa mengonsumsinya. Beberapa orang memiliki kondisi kesehatan yang disebut penyakit celiac, yang membuat tubuh mereka bereaksi buruk terhadap gluten—protein yang ditemukan dalam gandum. Kondisi ini lebih umum di beberapa daerah daripada yang lain, tetapi bagi orang yang mengalaminya, satu-satunya pengobatan adalah menghindari gluten sepenuhnya.
Bukankah agak seperti keajaiban bagaimana sesuatu sekecil biji gandum bisa muncul di begitu banyak bagian dari kehidupan kita? Dari sarapan hingga makan malam, gandum selalu ada—diam-diam mengisi piring kita dan memberi energi pada hari-hari kita. Kali ini saat kita menikmati roti hangat atau menyedot mie, mari kita mengucapkan sedikit terima kasih kepada pahlawan sehari-hari ini. Apa makanan berbahan dasar gandum favorit Anda? Kami akan senang mendengar favorit Anda—bagikan dengan kami di bawah ini!