Pernah kepikiran kalau bagian atas nanas yang biasanya dibuang bisa jadi tanaman hias yang keren? Bahkan, kalau dirawat dengan sabar dan telaten, tanaman ini bisa berbuah nanas baru, lho!
Menanam nanas di pot itu bukan cuma seru, tapi juga bisa jadi aktivitas menyenangkan saat cuaca sedang cerah. Yuk, kita bahas bareng cara simpel menanam nanas dari sisa buah yang ada di dapur!
Langkah 1: Cari Nanas yang Masih Segar
Pertama, pilih nanas yang bagian daunnya masih hijau dan terlihat segar. Hindari yang daunnya layu atau kecokelatan. Bagian daun di atas nanas inilah yang akan kita tanam.
Untuk mengambilnya, cukup putar bagian atas nanas dengan tangan hingga terlepas, atau potong dengan pisau bersih. Setelah itu, bersihkan sisa daging buah di bagian bawah mahkota agar tidak mudah membusuk saat direndam nanti.
Langkah 2: Persiapan Sebelum Direndam
Sebelum ditumbuhkan akarnya, ada proses penting yang perlu dilakukan. Lepaskan sekitar 5 sampai 6 helai daun paling bawah dari mahkota nanas. Tujuannya untuk memperlihatkan bakal akar kecil berwarna putih yang tersembunyi di batang.
Kalau bagian bawahnya dipotong, pastikan potongannya halus dan rata. Diamkan mahkota ini selama sehari di tempat kering dan teduh supaya bekas potongan mengering dan tidak gampang busuk saat kena air.
Langkah 3: Tumbuhkan Akar dalam Air
Siapkan gelas bening atau toples kecil yang diisi air bersih. Celupkan bagian bawah mahkota nanas sekitar 2–3 cm ke dalam air. Ingat, jangan sampai daunnya terendam, cukup bagian batang bawahnya saja.
Letakkan toples di tempat terang yang tidak terkena sinar matahari langsung, misalnya dekat jendela. Suhu ideal untuk menumbuhkan akar adalah antara 20°C hingga 28°C. Jangan lupa ganti air setiap 1–2 hari agar tetap bersih dan akar bisa tumbuh dengan sehat.
Langkah 4: Pindahkan ke Pot Setelah Akar Tumbuh
Biasanya, dalam 2–3 minggu akar putih mulai muncul dari batang. Kalau sudah cukup panjang dan kelihatan kuat, artinya tanaman siap dipindahkan ke media tanah.
Pilih pot kecil yang punya lubang di bagian bawah supaya air nggak menggenang. Gunakan tanah yang gembur dan mudah menyerap air. Kalau mau, tambahkan sedikit kompos organik di bagian dasar pot untuk memberikan nutrisi tambahan, tapi jangan sampai menyentuh akar langsung, ya.
Setelah ditanam, siram sampai tanah cukup lembap. Letakkan di tempat yang terang tapi tidak langsung kena sinar matahari selama seminggu. Setelah itu, bisa mulai diperkenalkan ke cahaya matahari secara bertahap.
Cara Merawat Tanaman Nanas agar Tumbuh Subur
Biar nanas yang ditanam tumbuh sehat dan mungkin berbuah di masa depan, perawatannya juga penting:
- Penyiraman: Usahakan tanah tetap lembap, tapi jangan sampai becek. Saat cuaca panas, siram lebih sering. Kalau tanah terlalu kering, pertumbuhan bisa terganggu.
- Kelembapan & Suhu: Tanaman nanas senang dengan udara yang hangat dan sedikit lembap. Hindari tempat yang terlalu dingin atau berangin kencang.
- Pupuk: Setelah tanaman bertahan 1–2 bulan di pot, beri pupuk cair organik setiap 2–3 minggu, terutama saat musim panas atau saat tanaman sedang aktif tumbuh.
Tips Agar Tanaman Nanas Berbuah
Nggak banyak yang tahu, tapi nanas bisa mulai berbunga setelah berumur sekitar dua tahun. Kalau ingin merangsang tanaman agar berbunga, coba letakkan batu vulkanik di sekitar batangnya. Batu ini secara alami melepaskan gas karbon dioksida yang bisa membantu proses pembungaan.
Kalau bunga sudah muncul, tinggal tunggu aja sampai buahnya tumbuh. Prosesnya butuh waktu, tapi hasilnya pasti bikin bangga karena Anda menanamnya sendiri dari nol!
Nah, gimana? Ternyata nanas nggak cuma enak dimakan, tapi juga bisa jadi tanaman hias yang menarik di sudut rumah. Daripada bagian atasnya dibuang, lebih baik dimanfaatkan jadi tanaman baru yang bisa bikin rumah makin hijau dan asri.
Sudah pernah coba? Atau baru tertarik setelah baca ini? Yuk, share cerita dan foto tanaman Anda! Siapa tahu, Anda bakal jadi panutan urban farming di lingkungan rumah.