Tumbuh di daerah yang dingin, saya tidak pernah melihat bambu seperti yang ada di bagian selatan Tiongkok. Di kampung halaman saya, bambu sangat jarang ditemukan dan biasanya berukuran kecil serta berwarna kekuningan.
Namun, ketika pertama kali saya melihat bambu raksasa yang menjulang tinggi di Yaan, Sichuan, saya merasakan kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan. Kini, setelah merenung, saya menyadari bahwa saya benar-benar terpesona oleh "rumput" yang ternyata lebih mirip pohon ini.
Mengenal Struktur Bambu
Bambu, meskipun memiliki penampilan seperti rumput, sebenarnya sangat mirip dengan tanaman seperti padi atau gandum, tipis, dengan ruas yang jelas dan daun-daun yang tajam serta berbentuk seperti kertas. Menariknya, bambu termasuk dalam keluarga rumput, Poaceae, yang mencakup ribuan spesies rumput. Namun, bambu berbeda dari rumput pada umumnya karena memiliki batang yang lebih tinggi dan berstruktur kayu, sehingga dikelompokkan dalam subkeluarga Bambusoideae.
Di Tiongkok, terdapat hampir 800 spesies bambu yang tersebar, membentuk kelompok besar dan beragam. Namun, saat kita berbicara tentang bambu, yang biasanya dimaksud adalah bambu yang tinggi dan menyerupai pohon, yang sangat berbeda dari spesies bambu yang lebih kecil dan lebih mirip rumput.
Bambu Raksasa
Bambu raksasa, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Phyllostachys edulis, adalah spesies bambu yang paling ikonik dan paling sering digunakan oleh manusia. Di Jepang dan Taiwan, bambu ini sering disebut sebagai "Muzong bamboo," yang berasal dari kisah Mengzong dalam karya sastra Tiongkok Dua Puluh Empat Teladan Filial, yang terkenal karena menangis hingga tunas bambu tumbuh.
Bambu raksasa ini begitu tinggi dan tebal, sehingga hampir tidak mirip dengan rumput yang kita kenal. Dengan struktur yang kuat seperti kayu, bambu ini sangat cocok untuk dijadikan alat dan penopang. Kekuatan dan daya tahannya menjadikannya bahan yang sangat penting dalam berbagai budaya, terutama di Asia Timur.
Mengapa Bambu Bukan Pohon?
Meski terlihat seperti pohon, bambu sebenarnya berbeda dari pohon kayu lainnya. Meskipun bisa hidup dalam waktu yang lama dan tumbuh tinggi, bambu tidak membentuk cincin pertumbuhan tahunan seperti pohon pada umumnya. Bambu tidak tumbuh lebih tebal seiring berjalannya waktu; sebaliknya, ia tumbuh dengan cepat, dan setelah mencapai tinggi penuh, bambu tetap mempertahankan ukuran tersebut sepanjang hidupnya.
Apa yang kita lihat di atas permukaan tanah adalah "cabang samping" dari tanaman bambu. Sementara itu, akar sejati dari bambu adalah batang bawah tanah yang disebut rimpang, yang jarang terlihat.
Jenis-jenis Rimpang Bambu
Bambu dapat dibedakan berdasarkan struktur rimpangnya yang ada di bawah tanah, dan ada tiga jenis utama:
- Bambu Monopodial: Rimpangnya tumbuh secara horizontal di bawah tanah, dengan tunas baru muncul hanya dari mata samping di sepanjang rimpang. Contohnya adalah bambu raksasa.
- Bambu Simpodial: Rimpang ini mengeluarkan tunas baru langsung dari mata atas, yang kemudian tumbuh menjadi batang bambu.
- Bambu Tipe Campuran: Jenis bambu ini bisa tumbuh panjang dan menghasilkan tunas baru dari rimpang, sebuah pola pertumbuhan yang fleksibel.
Ketahanan Luar Biasa Bambu
Salah satu pepatah yang sering dikaitkan dengan bambu adalah "bambu dan cemara memiliki hati yang berbeda," yang berasal dari sastra Tiongkok kuno. Meskipun bambu tampak seperti kayu, strukturnya sebenarnya berbeda dengan pohon seperti cemara. Bambu telah berevolusi dengan cara yang berbeda dalam keluarga rumput, menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sepanjang sejarah.
Batang bambu yang berongga adalah fitur menarik yang membuatnya lebih ringan namun lebih kuat daripada banyak tanaman lainnya. Struktur berongga ini memungkinkan bambu untuk menekuk tanpa patah, menjadikannya sangat tahan terhadap angin kencang.
Pertumbuhan Menakjubkan dari Tunas Bambu
Pertumbuhan bambu yang sangat cepat, terutama pada tunas muda, memang sudah terkenal. Tunas bambu muda, yang sering disebut "bambu musim semi," sangat lunak dan penuh dengan air, namun sedikit lebih kasar dibandingkan bambu yang tumbuh di musim cuaca dingin. Bambu musim semi tumbuh dengan sangat cepat, terkadang bisa mencapai setengah meter dalam satu hari, menjadikannya salah satu tanaman dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Tunas bambu ini muncul dari tanah setelah cuaca dingin, awalnya sebagai kuncup yang terpendam di bawah tanah sebelum meledak menjadi kehidupan di musim semi. Setelah musim hujan, bambu bisa tumbuh dari tunas kecil menjadi batang bambu yang tinggi hanya dalam beberapa minggu.
Bambu dalam Kehidupan Sehari-hari
Meskipun saya tumbuh di daerah yang tidak memiliki banyak bambu, saya merasa selalu terhubung dengan tanaman ini. Di musim panas, kami menggunakan tikar bambu untuk menjaga tubuh tetap sejuk, dan kipas bambu adalah barang yang wajib dimiliki saat cuaca panas. Di meja makan, kami mengandalkan sumpit bambu, dan keranjang bambu sudah menjadi barang penting untuk membawa barang belanjaan. Furnitur bambu, seperti kursi dan bangku, juga sering ditemukan di rumah kami.
Bambu bahkan digunakan dalam perayaan. Meskipun kembang api saat ini dibuat dari kertas, pada zaman dahulu orang-orang menggunakan tabung bambu yang diisi dengan bubuk peledak. Ketika dipanaskan, bambu akan pecah, menghasilkan suara letusan yang keras.
Dari Hutan ke Penggunaan Sehari-hari
Bambu tertinggi dan paling terkenal di Tiongkok adalah bambu selatan, yang ditemukan di wilayah seperti Yibin, Sichuan. Bambu ini dikenal karena tinggi dan kekuatannya. Meskipun hutan bambu terlihat indah, mereka bisa sangat menipu. Bambu memiliki kemampuan untuk melepaskan racun yang menghalangi pertumbuhan tanaman lain, menciptakan "gurun hijau" yang hanya dipenuhi bambu.
Namun, dalam budidaya manusia, bambu telah berkembang dalam berbagai bentuk. Beberapa spesies bambu telah dibudidayakan untuk tujuan hias, seperti bambu dengan pola kulit kura-kura. Varietas lain memiliki batang berbentuk persegi, seperti bambu persegi yang terkenal, yang tidak hanya dekoratif tetapi juga memiliki banyak kegunaan fungsional.
Bambu adalah tanaman yang unik dan mempesona, yang telah berhasil menemukan tempatnya dalam budaya di seluruh dunia. Baik itu tumbuh dengan cepat di alam liar atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bambu terus mengejutkan kita dengan kekuatan, fleksibilitas, dan kecepatan pertumbuhannya. Jadi, lain kali Anda melihat tunas bambu muncul dari tanah, ingatlah betapa banyak hal yang dapat ditawarkan oleh tanaman luar biasa ini!