Halo Lykkers! Pernah dengar kabar bahwa setiap buah ara (fig) mengandung serangga yang sudah mati di dalamnya? Kedengarannya cukup menyeramkan, bukan? Tapi sebelum Anda buru-buru berhenti menyukai buah lezat yang satu ini, mari kita telusuri fakta di balik hubungan unik antara buah ara dan serangga kecil bernama tawon ara.


Siap-siap terkejut, kisah alam yang satu ini jauh lebih menakjubkan dari yang Anda bayangkan!


Mengapa Disebut “Ara” dan Bukan “Bunga Ara”?


Buah ara sering disebut sebagai “raja buah” karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Buah ini kaya akan vitamin, mineral, serat, dan bahkan mengandung protein yang cukup unik. Tapi, dari mana asal protein tersebut? Tenang, kita akan membahasnya sebentar lagi.


Pertama, mari kita bicara soal nama. Dulu, orang mengira bahwa pohon ara tidak pernah berbunga karena bunganya tidak pernah terlihat. Buah ini tampak tumbuh langsung dari batang pohon tanpa menunjukkan bunga terlebih dahulu. Karena alasan itulah, buah ini dinamai "fig" atau "ara", tanpa embel-embel bunga. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, para peneliti menemukan sesuatu yang mengejutkan, ternyata buah ara memang berbunga, tetapi bunganya tersembunyi di dalam buahnya!


Rahasia Bunga Tersembunyi di Dalam Buah Ara


Berbeda dengan buah pada umumnya yang bunganya mekar ke luar untuk menarik perhatian serangga atau dibantu angin dalam proses penyerbukan, bunga pada buah ara justru tersembunyi di dalam struktur buah yang menyerupai kantong. Jadi, yang selama ini kita kenal sebagai “buah ara” sebenarnya adalah kumpulan bunga kecil yang tumbuh di bagian dalam buah. Artinya, saat Anda menggigit buah ara, Anda sebenarnya sedang menikmati ratusan bunga kecil yang tersusun rapi di dalamnya.


Tapi jika bunganya tersembunyi, bagaimana bisa terjadi proses penyerbukan? Nah, inilah bagian menariknya, di sinilah peran tawon ara menjadi sangat penting.


Kolaborasi Menakjubkan: Persahabatan Ara dan Tawon Kecil


Buah ara dan tawon ara menjalin hubungan saling menguntungkan yang dikenal sebagai mutualisme. Siklus hidup tawon ini benar-benar bergantung pada pohon ara, tanpa buah ara, tawon ini tidak bisa berkembang biak. Begitu pula sebaliknya, beberapa jenis pohon ara juga tidak bisa berbuah tanpa bantuan si tawon mungil ini. Begini cara kerjanya:


1. Pohon Ara Jantan Menghasilkan Serbuk Sari


Pohon ini menghasilkan buah ara yang tidak dikonsumsi manusia. Buah ini berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya tawon dan sumber serbuk sari untuk penyerbukan.


2. Pohon Ara Betina Membutuhkan Penyerbukan


Buah dari pohon betina inilah yang biasa kita makan. Namun karena bunganya tersembunyi, mereka tidak bisa mengandalkan angin atau lebah untuk membantu penyerbukan.


3. Tawon Betina Masuk ke Dalam Buah


Tawon betina mencari buah ara untuk bertelur. Jika ia masuk ke buah dari pohon jantan, ia bisa bertelur dan melanjutkan siklus hidup tawon. Tapi jika masuk ke buah betina, tawon itu tidak bisa bertelur, namun secara tidak sadar ia membantu proses penyerbukan saat ia bergerak di dalam buah.


4. Akhir Hidup Sang Tawon


Jika tawon masuk ke buah betina, ia akan terperangkap dan akhirnya mati di dalamnya. Tapi jangan khawatir, enzim alami dalam buah ara yang disebut ficin akan menghancurkan tubuh tawon tersebut dan mengubahnya menjadi nutrisi tambahan bagi buah.


Apakah Buah Ara yang Kita Makan Masih Mengandung Tawon?


Jawabannya: ya dan tidak. Dalam varietas ara alami yang terjadi di alam liar, memang ada kemungkinan seekor tawon masuk ke dalam buah. Namun berkat enzim ficin, tubuh tawon akan terurai dan tidak meninggalkan jejak apa pun. Jadi saat Anda makan buah ara, yang Anda nikmati hanyalah buah manis dan matang, tanpa sisa bagian tubuh tawon di dalamnya.


Tapi tenang saja! Sebagian besar buah ara yang dibudidayakan secara komersial saat ini tidak lagi membutuhkan bantuan tawon untuk penyerbukan. Varietas ini mampu tumbuh dan matang sendiri, sehingga buah ara yang Anda temukan di pasaran bebas dari interaksi dengan serangga.


Buah ara bukan hanya sekadar camilan sehat dan lezat, tetapi juga bukti nyata betapa hebatnya kerja sama di alam. Hubungan antara buah ara dan tawon ini telah berlangsung selama jutaan tahun, menciptakan sistem simbiosis yang luar biasa dan saling menguntungkan.