Kita semua tahu bahwa kesehatan tanah sangat penting untuk menumbuhkan tanaman yang sehat. Sebenarnya, itu adalah salah satu hal pertama yang perlu kita perhatikan saat berkebun.
Itulah mengapa beberapa tukang kebun dan ahli agronomi menyarankan untuk menanam kacang-kacangan seperti kacang polong dan kacang dalam kebun Anda. Mengapa demikian? Nah, itu karena tanaman-tanaman ini memainkan peran besar dalam meningkatkan kualitas tanah.
Mari kita telusuri mengapa ahli agronomi sering merekomendasikan kacang dan legum lainnya untuk tanah.
Anda mungkin sudah familiar dengan kompos organik, pupuk, dan amendemen tanah lainnya, tetapi pernahkah Anda mendengar tentang pupuk hijau? Pupuk hijau merujuk pada tanaman yang ditanam khusus untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tanaman-tanaman ini mudah tumbuh, cepat menyebar untuk menutupi tanah, dan dapat dibiarkan terbenam ke dalam tanah untuk mengkayainya. Kacang polong, kacang, dan kacang lentil adalah contoh sempurna legum yang baik digunakan sebagai pupuk hijau. Hal hebat tentang mereka adalah bahwa mereka tidak hanya bermanfaat bagi kebun saat Anda panen - mereka juga membantu tanah dengan menambahkan nutrisi penting.
Pupuk hijau memiliki sejarah panjang. Petani India kuno adalah yang pertama kali menemukan kekuatan tanaman-tanaman ini, memahami nilai mereka dalam memperkaya tanah. Bahkan di zaman Yunani kuno, petani menanam kacang besar untuk meningkatkan tanah mereka. Pada abad ke-2, praktik pupuk hijau telah menyebar ke bagian-bagian lain dunia, termasuk Cina, di mana mereka mulai membudidayakan tanaman seperti legum untuk mengembalikan kesuburan tanah setelah panen. Metode ini tetap bermanfaat saat ini, terutama bagi mereka yang mencari praktik pertanian yang berkelanjutan.
Jika Anda pernah menanam kacang polong atau kacang, Anda mungkin pernah melihat benjolan kecil pada akar mereka. Benjolan-benjolan ini disebut nodul akar, dan mereka adalah hasil dari kemitraan antara tanaman legum dan bakteri khusus yang disebut rhizobia. Jadi, bagaimana proses ini bekerja?
Bakteri rhizobia menjalani kehidupan di tanah dan membentuk hubungan simbiotik dengan tanaman legum. Saat tanaman ini mulai berkecambah, bakteri bergerak ke akar mereka, di mana mereka membentuk nodul. Nodul-nodul ini seperti rumah bagi bakteri. Bakteri membantu tanaman dengan mengubah nitrogen dari udara menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan tanaman. Sebaliknya, tanaman menyediakan gula dan nutrisi lainnya bagi bakteri.
Proses fiksasi nitrogen ini sangat menguntungkan bagi tanah. Sementara legum menggunakan sebagian nitrogen itu sendiri, sebagian besar tersisa di tanah, meningkatkan kandungan nitrogen dan meningkatkan kesuburan tanah.
Legum seperti kacang polong dan kacang sering disebut tanaman "pupuk hijau" karena kemampuannya untuk memperbaiki nitrogen di tanah. Nitrogen adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman, karena merupakan komponen kunci protein dan klorofil. Tanaman bergantung pada nitrogen untuk pertumbuhan yang sehat, tetapi banyak tanaman tidak dapat menyerap nitrogen langsung dari udara. Sebaliknya, mereka bergantung pada pupuk nitrogen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun, legum dapat mengambil nitrogen langsung dari udara, berkat kerja sama bakteri rhizobia.
Ketika kita menanam tanaman tersebut, kita secara alami meningkatkan kandungan nitrogen di tanah, mengurangi kebutuhan akan pupuk sintetis. Hal ini tidak hanya lebih baik untuk lingkungan, tetapi juga membantu kita membangun tanah yang lebih sehat dan subur dari waktu ke waktu.
Dengan menanam legum di kebun kita, kita tidak hanya meningkatkan kesehatan tanah untuk tanaman berikutnya. Kami juga membantu mencegah beberapa masalah umum dalam berkebun. Pertama, legum dapat membantu menekan pertumbuhan gulma. Mereka tumbuh dengan cepat dan menutupi tanah, membayangi gulma yang sebaliknya akan bersaing dengan tanaman kita untuk nutrisi dan ruang.
Selain itu, legum membantu mengurangi risiko beberapa penyakit tanaman. Dengan memutar legum dengan tanaman lain di kebun kita, kita memutus siklus hidup beberapa hama dan penyakit, menjadikan lebih sedikit kemungkinan bahwa mereka akan menyebar ke tanaman lain.
Ketika memilih legume untuk ditanam sebagai pupuk hijau, penting untuk memilih varietas yang sesuai dengan wilayah Anda dan musim tanam. Misalnya, kacang polong dan kacang adalah pilihan yang sangat baik untuk sebagian besar daerah. Mereka tumbuh cepat dan dapat dengan mudah dibenamkan ke dalam tanah setelah dipanen.
Selain kacang polong dan kacang, legum lain seperti lentil, semanggi, dan vetch juga cocok sebagai pupuk hijau. Setiap tanaman ini memiliki kualitas uniknya sendiri, jadi penting untuk memilih yang paling sesuai dengan tanah dan iklim Anda.
Seperti yang telah kita lihat, menanam kacang dan legum lainnya di kebun kita menawarkan banyak manfaat. Mereka tidak hanya membantu meningkatkan kualitas tanah dengan memperbaiki nitrogen, tetapi juga membantu menekan gulma dan mengurangi risiko penyakit tanaman. Selain itu, mereka mudah tumbuh dan dapat digunakan dalam rotasi tanaman, memungkinkan kita menjaga tanah yang sehat dari tahun ke tahun.
Jadi, mengapa tidak mencobanya? Baik Anda menanam kacang polong untuk camilan lezat atau kacang untuk memperkaya tanah, Anda membuat pilihan cerdas baik untuk kebun Anda maupun lingkungan. Dengan menyertakan legum dalam praktik kebun kita, kita menciptakan tanah yang lebih sehat dan berkelanjutan, dan itu adalah sesuatu yang dapat kami semua banggakan!