Nepal mungkin terkenal dengan pemandangan pegunungannya yang luar biasa, tapi siapa sangka negara ini juga merupakan surga bagi pencinta kuliner? Dari jajanan pinggir jalan yang menggoda hingga hidangan tradisional penuh cita rasa, setiap suapan di Nepal membawa Anda menjelajahi budaya dan tradisi yang kaya.


Jika Anda sedang merencanakan petualangan ke negeri atap dunia ini, jangan lewatkan deretan makanan khas berikut yang siap memanjakan lidah dan perut Anda!


1. Momos: Si Kecil Penuh Rasa yang Selalu Dicari


Tak lengkap rasanya berkunjung ke Nepal tanpa mencicipi momos, pangsit khas yang menjadi favorit semua kalangan. Isian momos bisa berupa ayam, daging kerbau, atau sayuran, dan tersedia dalam berbagai pilihan penyajian: dikukus, digoreng, bahkan disajikan dalam kuah pedas yang disebut jhol. Di warung kaki lima, harga momos sangat terjangkau, mulai dari 100 NPR (sekitar Rp11.500), sedangkan di restoran mewah bisa mencapai 500 NPR (sekitar Rp57.500). Jangan lupa tambahkan saus tomat pedas agar rasanya semakin nendang!


2. Dal Bhat: Nasi dan Kuah Kacang yang Kaya Energi


Bagi warga Nepal, dal bhat bukan sekadar makanan, ini adalah sumber tenaga utama, apalagi bagi para pendaki gunung. Hidangan ini terdiri dari nasi putih, sup kacang lentil, dan berbagai lauk seperti aloo tama (kari kentang dan rebung). Harganya berkisar antara 200–400 NPR (sekitar Rp23.000–Rp46.000) per porsi. Menariknya, banyak rumah makan di pegunungan menyediakan isi ulang sepuasnya, jadi cocok untuk Anda yang butuh asupan energi setelah seharian berpetualang.


3. Chhurpi: Camilan Keras, Tahan Lama, dan Penuh Tantangan


Ingin tantangan unik? Coba cicipi chhurpi, keju keras dari susu yak yang sangat populer di kalangan pendaki. Teksturnya super keras dan bisa dikunyah selama berjam-jam, bahkan berhari-hari! Harganya sekitar 50–100 NPR (sekitar Rp5.700–Rp11.500) per potong kecil. Cocok disantap bersama teh mentega hangat (sekitar 50 NPR), apalagi saat cuaca dingin di ketinggian. Tapi hati-hati, rahang Anda mungkin butuh pemanasan dulu!


4. Sel Roti: Manis, Gurih, dan Bikin Nostalgia


Kalau di Indonesia ada donat, di Nepal ada sel roti, camilan tradisional yang renyah di luar dan lembut di dalam. Terbuat dari tepung beras dan digoreng hingga kecokelatan, sel roti biasanya disajikan saat perayaan atau festival. Anda bisa membelinya di jalanan kota Kathmandu atau Pokhara dengan harga hanya 20–50 NPR (sekitar Rp2.300–Rp5.700) per buah. Tambahkan secangkir teh rempah (masala tea) seharga 30 NPR, dan Anda sudah punya sarapan lokal yang nikmat!


5. Juju Dhau: Yogurt Lembut yang Layak Disebut Raja


Di kota tua Bhaktapur, ada makanan penutup yang dijuluki “Raja dari Yogurt” yakni juju dhau. Disajikan dalam pot tanah liat, yogurt ini terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manis yang halus. Satu porsi dihargai sekitar 100–200 NPR (Rp11.500–Rp23.000) dan sangat cocok sebagai penutup setelah makan berat. Jika Anda berkunjung ke Bhaktapur, sempatkan juga mampir ke Durbar Square yang kaya sejarah (tiket masuk sekitar 1.500 NPR atau Rp172.000).


6. Thukpa: Sup Hangat Penyelamat Dingin


Saat suhu mulai turun di kawasan Himalaya, tidak ada yang lebih nikmat daripada semangkuk thukpa, sup mi khas Nepal yang hangat dan mengenyangkan. Isinya bisa berupa sayuran atau daging, dan biasanya dijual dengan harga 250–400 NPR (sekitar Rp28.000–Rp46.000). Di kota Namche Bazaar, thukpa adalah teman setia para pendaki yang mencari kehangatan dan kenyamanan setelah seharian menaklukkan jalur berat.


7. Surga bagi Vegetarian


Nepal juga merupakan tempat yang ramah untuk Anda yang menghindari daging. Banyak restoran lokal menyajikan menu berbahan dasar tumbuhan seperti aloo tama yang gurih dan dhido, bubur khas dari tepung soba yang mengenyangkan. Harga makanan vegetarian ini cukup terjangkau, sekitar 150–300 NPR (Rp17.000–Rp34.500) untuk aloo tama dan 200 NPR (sekitar Rp23.000) untuk dhido. Bahkan di beberapa tempat, Anda bisa merasakan kelezatan makanan lokal berbahan nabati yang dibuat dengan penuh cita rasa.


8. Menu Musiman yang Tak Boleh Dilewatkan


Setiap musim di Nepal menawarkan kelezatan tersendiri. Saat musim semi, Anda bisa menikmati daun sawi segar yang diolah menjadi hidangan rumahan nan lezat. Musim panas menghadirkan mangga manis dari dataran rendah Terai, sedangkan musim gugur adalah waktu yang tepat untuk mencicipi pai apel di kawasan pegunungan seperti Jomsom (sekitar 300 NPR atau Rp34.500). Di tengah cuaca dingin, Anda bisa menghangatkan tubuh dengan sup gundruk, sup dari daun fermentasi khas Nepal yang penuh rasa.


Kuliner Nepal adalah cerminan dari keanekaragaman budaya dan kehangatan masyarakatnya. Dari momos di jalanan hingga yogurt istimewa di kota tua, setiap hidangan memiliki cerita dan cita rasa yang berbeda. Jadi, saat Anda merencanakan perjalanan ke negeri indah ini, jangan lupa siapkan ruang di perut untuk petualangan rasa yang tak terlupakan!