Pernahkah Anda merasa lebih tenang, fokus, atau bahkan lebih bahagia saat berada di dekat tanaman? Jika iya, itu bukan hanya perasaan semata. Kehadiran tanaman di dalam rumah atau tempat kerja ternyata memiliki manfaat besar untuk kesehatan fisik dan mental dan fakta ilmiahnya mendukung hal ini!


Hari ini, mari kita kupas tuntas mengapa menambahkan tanaman hias ke dalam ruangan bisa membantu Anda bernapas lebih lega, merasa lebih baik, dan berpikir lebih jernih.


Mengapa Tanaman Hias Kini Jadi Tren?


Sejak masa pandemi yang memaksa banyak orang menghabiskan waktu di dalam rumah, semakin banyak orang mulai menghias rumah dengan tanaman. Tak hanya untuk mempercantik ruangan, menambahkan tanaman hias menjadi cara untuk menghadirkan nuansa alam di tengah keterbatasan aktivitas di luar.


Penjualan tanaman indoor melonjak di berbagai penjuru dunia. Ternyata, ini bukan sekadar tren estetika, bisa jadi ini adalah keputusan paling sehat yang pernah Anda buat!


Udara Dalam Ruangan Tak Selalu Lebih Bersih


Banyak yang mengira bahwa polusi hanya terjadi di luar ruangan akibat kendaraan atau pabrik. Faktanya, udara di dalam rumah atau kantor bisa lebih tercemar. Barang-barang sehari-hari seperti penyegar udara, cat tembok, semprotan pembersih, hingga perabotan, bisa melepaskan senyawa kimia berbahaya yang dikenal sebagai VOC (Volatile Organic Compounds).


Zat-zat ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti asma, alergi, sakit kepala, hingga iritasi kulit. Salah satu senyawa VOC yang umum adalah limonene, yang memberi aroma jeruk pada pembersih rumah. Sayangnya, senyawa ini dapat berubah menjadi formaldehida berbahaya saat bereaksi dengan ozon di dalam ruangan. Ditambah lagi, jika ventilasi ruangan buruk, kadar karbon dioksida bisa meningkat dan membuat tubuh terasa lesu serta pikiran sulit fokus.


Benarkah Tanaman Bisa Membersihkan Udara?


Jawabannya adalah: ya, hingga batas tertentu. Pada tahun 1989, NASA melakukan studi yang menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman dapat menurunkan kadar VOC dan karbon dioksida dalam ruangan tertutup.


Sejak saat itu, berbagai penelitian pun dilakukan. Salah satunya menempatkan tanaman pot di 60 ruangan kantor dengan tingkat VOC tinggi. Hasilnya mengejutkan, kadar zat kimia berbahaya menurun hingga 50–75%! Penelitian di Norwegia juga menemukan bahwa kehadiran tanaman di ruang kerja, sekolah, dan rumah sakit mengurangi keluhan batuk, sakit kepala, dan kelelahan.


Bagaimana Tanaman Melakukan "Sihirnya"?


Tanaman memiliki pori-pori kecil di permukaan daunnya yang disebut stomata. Melalui pori-pori inilah tanaman menyerap udara kotor, termasuk zat-zat berbahaya, lalu melepaskan uap air. Proses ini membantu meningkatkan kelembapan serta menyaring udara, yang baik untuk kulit dan sistem pernapasan Anda.


Tidak hanya bagian daunnya yang berperan, tanah tempat tanaman tumbuh juga mengandung mikroba yang mampu memecah senyawa kimia berbahaya. Inilah alasan mengapa kehadiran tanaman di dalam ruangan bisa membawa dampak besar bagi kebersihan udara.


Tak Sekadar Fisik, Jiwa pun Lebih Tenang


Manfaat tanaman tidak berhenti di udara bersih. Banyak orang melaporkan bahwa mereka merasa lebih tenang dan fokus saat berada di ruangan yang dipenuhi tanaman.


Sebuah studi menemukan bahwa orang yang dapat melihat tanaman dari meja kerja mereka mencatat skor 19% lebih tinggi dalam tes fokus dan perhatian. Ini sangat penting bagi Anda yang sering bekerja atau belajar dari rumah.


Tanaman Mana yang Paling Efektif?


Tidak semua tanaman memiliki kemampuan yang sama dalam menyaring udara. Tanaman yang tumbuh cepat, menyukai cahaya, dan butuh disiram secara rutin adalah yang paling efektif. Contohnya seperti peace lily dan sirih gading (pothos) selain cantik, keduanya aktif dalam menyaring udara kotor.


Sebaliknya, meskipun sukulen mudah dirawat dan tampil menawan, tanaman jenis ini tidak terlalu efektif dalam menyerap polutan karena aktivitas pertukaran gasnya sangat rendah.


Perlukah Banyak Tanaman?


Untuk mendapatkan hasil yang nyata dalam memperbaiki kualitas udara, satu pot kecil saja tidak cukup. Menurut Dr. Tijana Blanusa dari Royal Horticultural Society, Anda memerlukan setidaknya 5–6 tanaman berukuran sedang dalam satu ruangan kecil untuk mendapatkan efek maksimal dalam menyerap karbon dioksida dan nitrogen dioksida.


Apa pun ukuran rumah atau ruang kerja Anda, menambahkan tanaman hias adalah langkah kecil dengan dampak besar. Tanaman tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membantu menyaring udara dan meningkatkan suasana hati.


Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah dari satu atau dua pot kecil, dan biarkan ruang Anda berubah menjadi tempat yang lebih segar, sehat, dan menenangkan. Punya tanaman favorit atau sudut hijau di rumah Anda? Bagikan kisah Anda, karena siapa tahu, inspirasi kecil Anda bisa mengubah ruang orang lain menjadi lebih hijau dan sehat!