Halo Lykkers! Kita semua pernah berdiri di bawah pohon tinggi dan takjub dengan ukurannya. Tapi, pernahkah kalian bertanya-tanya apa pohon tertinggi di dunia? Ini bukan sekadar besar—ini menjulang tinggi.
Bahkan, begitu tinggi sehingga melihat ke atas pun tidak cukup untuk melihat puncaknya! Mari kita cari tahu pohon mana yang memegang rekor, di mana ia berada, dan bagaimana ia bisa tumbuh setinggi itu.
Pohon tertinggi di dunia yang diketahui bernama Hyperion. Ini adalah jenis redwood pantai (Sequoia sempervirens), dan tingginya mencapai 115,92 meter—hampir setara dengan gedung berlantai 38! Hyperion ditemukan pada tahun 2006 oleh sekelompok naturalis di Taman Nasional Redwood, California, Amerika Serikat.
Hyperion bukan hanya tinggi—ia adalah penyintas. Para ilmuwan memperkirakan pohon ini berusia antara 600 hingga 800 tahun, yang berarti ia mulai tumbuh pada abad ke-13 atau ke-14. Yang lebih mengesankan, pohon ini tumbuh setinggi itu sambil terhindar dari kerusakan akibat badai, petir, atau penyakit. Banyak pohon lain di hutan yang sama mungkin pernah mencapai ketinggian serupa, tetapi patah atau rusak seiring waktu. Hyperion, sebaliknya, terus menjulang ke langit.
Redwood tumbuh tinggi karena beberapa alasan utama. Pertama, mereka hidup di daerah pantai yang berkabut, yang memberi mereka kelembapan rutin dari udara. Bahkan di musim kering, mereka menyerap air langsung dari kabut melalui jarum-jarumnya. Kedua, tanah hutan yang kaya dan dalam memberikan banyak nutrisi untuk akar. Ketiga, redwood tahan terhadap serangga dan api, yang membantu mereka hidup lebih lama daripada kebanyakan pohon.
Ini fakta menarik: lokasi pasti Hyperion dirahasiakan oleh Dinas Taman Nasional. Mengapa? Karena ketika orang-orang mulai mengunjungi area tersebut dalam jumlah besar, mereka merusak tanah di sekitar akar pohon. Untuk melindungi hutan dan Hyperion sendiri, petugas taman berhenti membagikan koordinatnya. Pengunjung masih bisa menikmati banyak redwood raksasa lainnya di taman, tapi Hyperion kini dilarang dikunjungi demi menjaga keselamatannya di masa depan.
Hyperion mungkin yang tertinggi, tapi bukan satu-satunya pohon terkenal. General Sherman, redwood lain, memegang rekor sebagai pohon terbesar berdasarkan volume. Tingginya lebih pendek dari Hyperion, sekitar 83 meter, tapi jauh lebih tebal dan berat. Sementara itu, Methuselah, sebuah pinus bristlecone, dikenal sebagai salah satu pohon tertua yang masih hidup, diperkirakan berusia lebih dari 4.800 tahun. Setiap pohon punya cara sendiri untuk menonjol.
Pohon tinggi seperti Hyperion bukan hanya mengesankan—mereka juga penting bagi planet ini. Mereka menyimpan karbon dalam jumlah besar, membantu membersihkan udara, dan menyediakan rumah bagi burung, serangga, dan bahkan mamalia kecil. Mereka juga bagian dari ekosistem rapuh yang perlu dilindungi. Semakin tinggi dan tua sebuah pohon, semakin banyak yang telah ia lihat—dan semakin banyak yang ia berikan kembali kepada alam.
Mudah untuk melupakannya, tapi pohon adalah seperti pencakar langit alam. Sementara kita membangun menara dengan baja dan beton, hutan telah menumbuhkan raksasa-raksasa dari kayu dan kehidupan selama berabad-abad. Berdiri di bawah redwood mengingatkan kita betapa luar biasanya desain alam.
Pernahkah kalian berdiri di pangkal pohon raksasa dan menatap ke atas sampai leher terasa sakit? Apa rasanya? Apakah kalian takjub, terinspirasi, atau penuh keajaiban? Jika kalian pernah mengunjungi hutan redwood atau pohon-pohon menjulang lainnya, kami ingin mendengar ceritanya. Dan jika belum—mungkin saatnya memasukkan itu ke dalam daftar perjalanan kalian. Lagipula, bertemu dengan pohon tertinggi di dunia adalah sesuatu yang tak akan pernah kalian lupakan.