Pernah melihat burung dengan mahkota mencolok di kepalanya, bulu berwarna kayu manis, dan sayap berpola hitam-putih seperti zebra? Itulah burung hudhud, atau dikenal secara internasional sebagai Eurasian Hoopoe.
Dengan suara khas "oop-oop-oop" dan penampilannya yang memukau, burung ini benar-benar tak bisa diabaikan. Banyak ditemukan di Eropa, Asia, dan Afrika Utara, hudhud termasuk burung yang mampu mencuri perhatian hanya dengan satu pandangan.
Burung hudhud berukuran sedang, panjang tubuhnya sekitar 25–32 cm dengan lebar sayap mencapai 44–48 cm. Bulu tubuhnya berwarna kayu manis yang hangat, kontras dengan sayapnya yang hitam-putih mencolok seperti zebra. Bagian ekor pun tak kalah unik, memiliki garis putih lebar yang terlihat jelas saat terbang.
Salah satu fitur paling mencolok adalah paruhnya yang panjang dan melengkung. Paruh ini sangat berguna untuk mencari makanan di tanah, seperti serangga dan larva. Hebatnya lagi, hudhud dapat membuka paruhnya saat sedang menusuk tanah, kemampuan langka di antara burung lainnya.
Mahkota bulu di atas kepalanya berbentuk seperti kipas, memberi kesan anggun dan berwibawa. Saat merasa bersemangat atau sedang menarik perhatian pasangan, bulu mahkota ini akan berdiri tegak, membuat tampilannya semakin menonjol. Kata "hoopoe" berasal dari suara panggilannya, namun ada juga yang mengaitkannya dengan kata dalam bahasa Prancis huppée, yang berarti "bermahkota".
Hudhud menyukai area terbuka seperti padang rumput, lahan pertanian, dan taman kota. Burung ini lebih suka tempat dengan vegetasi tipis atau tanah terbuka agar mudah mencari makanan. Selain itu, hudhud membutuhkan lubang-lubang alami untuk bersarang, seperti di batang pohon tua, dinding batu, atau kotak sarang buatan manusia.
Wilayah persebarannya sangat luas, mencakup Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Di daerah beriklim lebih dingin seperti Eropa Utara dan Asia Tengah, hudhud bermigrasi ke daerah yang lebih hangat seperti Afrika Sub-Sahara ketika cuaca dingin datang.
Suaranya terdengar lembut namun berirama: "oop-oop-oop", sering digunakan untuk menarik pasangan atau menandai wilayahnya. Selama musim kawin, burung betina mengeluarkan suara yang lebih halus dan gemas, terutama saat disuapi oleh jantan. Saat merasa terancam, hudhud juga bisa mengeluarkan suara mendesis atau geraman rendah sebagai bentuk peringatan.
Ternyata, terdapat enam subspesies burung hudhud dengan perbedaan halus dalam ukuran, warna bulu, dan wilayah sebaran. Contohnya, U. e. ceylonensis yang ditemukan di Sri Lanka memiliki tubuh lebih kecil dan warna lebih kemerahan. Sementara itu, U. e. major dari Mesir berukuran lebih besar dengan paruh yang lebih panjang.
Cara terbang burung ini juga sangat khas dan mudah dikenali. Dengan sayap bulat lebar, hudhud terbang dengan pola naik-turun seperti kupu-kupu besar. Gerakannya tidak meluncur halus seperti elang atau terbang tinggi seperti burung layang-layang, melainkan rendah dekat tanah, terutama saat sedang mencari makanan.
Hudhud dari wilayah Eropa sering bermigrasi ke selatan saat cuaca dingin melanda. Mereka biasanya terbang pada malam hari untuk menghindari ancaman. Kadang-kadang, burung ini muncul di lokasi tak terduga seperti Alaska atau Irlandia, kejadian langka namun pernah tercatat, termasuk penampakan dalam jumlah besar di Irlandia pada tahun 2015.
Sayangnya, populasi hudhud di Eropa Utara mengalami penurunan sejak tahun 1980-an. Hal ini diduga akibat perubahan iklim dan hilangnya habitat alami.
Meskipun belum termasuk burung yang terancam punah, penting untuk menjaga habitat alami hudhud. Dari pemasangan kotak sarang hingga menciptakan taman tanpa pestisida, banyak cara untuk membantu burung ini tetap berkembang. Hudhud bukan hanya memperkaya keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan keindahan alam yang patut diapresiasi.
Burung hudhud bukan hanya sekadar cantik, tetapi juga cerdas, unik, dan punya gaya yang tak tertandingi. Lain kali jika melihat burung bermahkota ini di taman atau ladang, mudah untuk mengenalinya. Sudah pernah melihat hudhud di sekitar Anda? Bagikan pengalaman pengamatan burung Anda, siapa tahu, Anda telah melihat makhluk menawan ini tanpa disadari!