Anggrek memang cantik, tapi banyak orang ragu menanamnya karena terlihat susah dirawat.
Padahal, dengan sedikit pengetahuan dan perawatan yang tepat, anggrek bisa tumbuh subur bahkan di dalam ruangan. Anda tidak perlu punya taman luas, cukup sepot anggrek di dekat jendela, rumah pun bisa terlihat lebih segar dan elegan.
Penasaran gimana caranya? Yuk, ikuti panduan praktis merawat anggrek yang cocok untuk pemula.
Langkah pertama adalah memilih jenis anggrek yang gampang dirawat. Beberapa jenis yang cocok untuk pemula antara lain:
Anggrek Bulan (Phalaenopsis)
Cattleya
Paphiopedilum (Anggrek Sandal)
Jenis-jenis ini cukup tangguh dan mudah tumbuh di dalam ruangan. Kalau beli, pilih tanaman yang sudah berbunga. Selain cantik dilihat, kita juga bisa tahu bentuk dan warnanya dari awal.
Anggrek suka tumbuh di tempat yang sempit. Pot kecil dari plastik atau tanah liat bisa jadi pilihan. Oleh karena itu, gunakan pot yang punya lubang di bagian bawah.
Beberapa anggrek lebih suka pot tanah liat karena lebih adem, tapi pot plastik juga oke asalkan tidak terlalu besar. Akar anggrek justru lebih sehat jika tumbuh agak rapat.
Anggrek tidak ditanam dengan tanah seperti tanaman hias lainnya. Gunakan media tanam khusus seperti:
Serpihan kayu
Lumut kering (sphagnum moss)
Perlite
Serat pakis
Misalnya, Cattleya lebih suka serpihan kayu kasar, sementara Paphiopedilum cocok dengan lumut halus atau serpihan kayu lembut.
Sebelum menanam, siapkan lapisan bawah pot dengan batu kecil atau busa potongan setinggi 2–3 cm untuk membantu drainase. Tujuannya agar air tidak menggenang di dasar.
Keluarkan anggrek dari pot lama dengan hati-hati. Kalau akar menempel, pot bisa digunting perlahan. Letakkan tanaman di tengah pot, lalu isi media tanam di sekelilingnya. Pastikan bagian pangkal batang tidak tertutup media terlalu dalam.
Anggrek butuh cahaya terang tapi tidak langsung. Tempat terbaik adalah di jendela yang menghadap ke timur atau selatan. Jika di rumah kurang cahaya, bisa gunakan lampu tanam khusus.
Anggrek yang daunnya tebal biasanya tahan cahaya lebih terang, sedangkan yang daunnya tipis lebih cocok dengan cahaya pagi yang lembut.
Salah satu penyebab anggrek cepat mati adalah terlalu sering disiram. Cukup siram sekali seminggu. Caranya, alirkan air ke pot selama beberapa detik, lalu biarkan mengering.
Sebelum menyiram lagi, cek dulu media tanamnya. Kalau masih lembap, tunda dulu. Akar anggrek gampang busuk kalau terlalu banyak air.
Anggrek suka udara yang lembap, sekitar 60–80%. Untuk menjaga kelembapan, bisa pakai cara sederhana:
Letakkan pot di atas wadah berisi kerikil dan air. Pastikan dasar pot tidak menyentuh air langsung.
Gunakan alat pelembap udara jika ruangan terlalu kering.
Cara ini bisa membantu anggrek tumbuh lebih sehat.
Pada saat cuaca hangat, anggrek mulai aktif tumbuh dan butuh nutrisi tambahan. Berikan pupuk cair khusus anggrek seminggu sekali, sesuai petunjuk.
Kalau tidak ada, bisa gunakan pupuk biasa dengan takaran setengah. Saat cuaca dingin, cukup rawat seperti biasa tanpa pupuk.
Kalau bunga anggrek mulai layu, jangan langsung dibuang. Potong tangkai bunga sekitar 2-3 cm dari pangkal. Ini bisa memicu tumbuhnya bunga baru di kemudian hari.
Kalau ada daun atau bagian yang menguning, potong dengan alat bersih supaya tanaman tetap fokus tumbuh sehat.
Kalau akar mulai tumbuh keluar dari pot atau media tanam sudah hancur, tandanya anggrek butuh dipindah ke pot baru. Waktu terbaik untuk repotting adalah setelah masa berbunga selesai.
Biasanya, anggrek perlu ganti pot tiap 1–2 tahun. Tapi kalau masih sehat dan medianya bagus, belum perlu dipindah.
Merawat anggrek ternyata nggak sesulit yang dibayangkan. Dengan cara yang tepat, anggrek bisa tumbuh subur dan berbunga cantik di rumah.
Siap punya anggrek sendiri di pojok jendela? Yuk, mulai rawat anggrek di rumah sekarang! Dijamin rumah jadi makin segar, sejuk, dan penuh warna!