Tahukah Anda bahwa sebagian besar waktu dihabiskan di dalam ruangan, baik itu di rumah, kantor, atau tempat tertutup lainnya? Sayangnya, udara di dalam ruangan tidak selalu sebersih yang terlihat.
Berbagai zat berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan senyawa organik mudah menguap (VOC) bisa tersembunyi di balik perabotan, produk pembersih, cat dinding, hingga peralatan elektronik. Jika terus dihirup dalam jangka panjang, kualitas udara yang buruk ini bisa berdampak pada kesehatan.
Lalu, apa solusinya? Salah satu cara alami dan sederhana yang mulai populer adalah menggunakan tanaman hias pembersih udara. Tidak hanya mempercantik ruangan, tanaman-tanaman ini juga bisa membantu membersihkan udara secara alami. Penasaran tanaman apa saja yang bisa jadi "penyaring udara alami" di rumah Anda? Simak selengkapnya di bawah ini!
Gagasan bahwa tanaman bisa membersihkan udara pertama kali mendapat perhatian luas lewat penelitian dari lembaga luar angkasa pada akhir 1980-an. Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa beberapa jenis tanaman mampu mengurangi kadar zat kimia berbahaya di lingkungan tertutup.
Meski efeknya di ruangan terbuka tidak sebesar di ruang tertutup, penelitian lanjutan membuktikan bahwa tanaman tetap bisa memberikan dampak positif terhadap kualitas udara, terutama jika dikombinasikan dengan sirkulasi udara yang baik.
Menurut Dr. Fraser Torpy, seorang ilmuwan lingkungan dari Universitas Teknologi Sydney, tanaman dalam ruangan dapat membantu mengurangi kadar polutan tertentu dan memberikan kesegaran udara yang lebih baik, terutama jika jumlah tanamannya mencukupi.
Jika ingin mulai menghadirkan udara yang lebih segar di rumah atau kantor, berikut ini adalah daftar tanaman hias yang terkenal ampuh dalam menyaring zat berbahaya dari udara:
1. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
Tanaman yang satu ini hampir tidak bisa mati dan sangat cocok diletakkan di kamar tidur. Lidah mertua melepaskan oksigen di malam hari dan efektif menyerap zat berbahaya seperti formaldehida dan xilena. Selain itu, bentuknya yang tegak dan modern menjadikannya pelengkap interior yang elegan.
2. Sri Rejeki (Spathiphyllum)
Tanaman ini terkenal dengan bunganya yang putih dan anggun. Sri rejeki mampu menyerap berbagai polutan seperti formaldehida dan VOC yang biasa ditemukan dalam produk rumah tangga. Ia menyukai cahaya sedang hingga redup dan perlu disiram secara teratur.
3. Suplir Boston (Nephrolepis exaltata)
Jenis pakis ini sangat baik dalam menyaring udara dan meningkatkan kelembapan ruangan, menjadikannya pilihan tepat untuk ruangan ber-AC. Suplir Boston tumbuh optimal di tempat yang sejuk, lembap, dan tidak terkena cahaya matahari langsung.
4. Palem Kuning (Dypsis lutescens)
Dengan tampilannya yang tropis, palem kuning tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga efektif sebagai pelembap alami serta penyerap polusi udara. Tanaman ini membutuhkan cahaya terang tidak langsung dan penyiraman yang rutin.
5. Tanaman Laba-laba (Chlorophytum comosum)
Tanaman yang mudah dirawat ini mampu menyerap berbagai zat berbahaya seperti karbon monoksida dan formaldehida. Cocok untuk pemula, tanaman ini dapat tumbuh baik di berbagai kondisi cahaya dan membantu menambah oksigen di ruangan.
6. Karet Kebo (Ficus elastica)
Daunnya yang besar dan mengilap tak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga efektif menyerap zat berbahaya di udara. Karet kebo menyukai cahaya terang yang tidak langsung dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering.
Menaruh satu pot tanaman saja tidak akan langsung mengubah kualitas udara secara drastis. Namun, dengan strategi yang tepat, Anda bisa merasakan manfaatnya dalam jangka panjang. Berikut beberapa tips:
- Gunakan beberapa tanaman sekaligus: Disarankan satu tanaman berukuran sedang untuk setiap 9–10 meter persegi.
- Pilih berbagai jenis tanaman: Setiap tanaman memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap jenis polutan tertentu.
- Rawat tanaman dengan baik: Bersihkan daun secara rutin agar dapat menyerap udara dengan maksimal.
- Pastikan ventilasi ruangan tetap baik: Tanaman akan bekerja lebih efektif jika udara terus bersirkulasi.
Dalam sebuah tinjauan ilmiah yang dimuat di Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, disebutkan bahwa meskipun tanaman tidak bisa menggantikan sistem ventilasi modern sepenuhnya, mereka tetap memberi kontribusi positif terhadap kualitas udara dan kesehatan mental penghuni ruangan.
Dr. Torpy menambahkan bahwa selain menyaring udara, tanaman juga terbukti dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati, manfaat ganda untuk kehidupan sehari-hari.
Menambahkan tanaman ke dalam ruangan bukan hanya soal estetika, tetapi juga langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Dengan memilih tanaman yang tepat dan merawatnya secara konsisten, Anda dapat menikmati udara yang lebih bersih sekaligus nuansa ruangan yang lebih menenangkan.