Pernah mencicipi lemon tart di kafe yang rasanya seolah membawa Anda berjalan-jalan di taman saat sore cerah?
Rasa segar itu mungkin bukan hanya dari citrus. Bisa jadi, rahasianya ada pada kelopak mungil berwarna ungu yang tampak seperti hiasan semata. Padahal, bunga itu bisa jadi pemeran utama di balik cita rasa yang menggoda.
Selama ini, kita terbiasa menaburkan rempah-rempah ke dalam masakan tanpa berpikir dua kali. Tapi bunga? Bunga sering dianggap terlalu cantik, terlalu rapuh, hanya layak dijadikan hiasan meja. Padahal, sejak berabad-abad lalu, budaya dari kawasan Mediterania, Asia Tenggara, hingga Amerika Latin sudah lama mengandalkan bunga sebagai bagian penting dari hidangan sehari-hari. Bukan sekadar pajangan, melainkan sumber rasa, warna, bahkan manfaat alami untuk tubuh. Faktanya, banyak jenis bunga bukan hanya aman dikonsumsi, melainkan memang dirancang oleh alam untuk dimakan.
Namun, perlu diingat satu hal penting: tidak semua bunga bisa dimakan. Dan dari yang aman pun, cara menanam, memetik, hingga mengolahnya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menghilangkan keindahan dan khasiatnya.
Sebelum Anda tergoda memetik bunga dari pekarangan rumah, pahami ini: hanya sekitar 20 jenis bunga taman yang umum dikategorikan aman untuk dikonsumsi. Sisanya bisa menimbulkan iritasi ringan hingga reaksi yang lebih serius. Gunakan hanya bunga yang memang dibudidayakan untuk keperluan kuliner. Jangan pernah menggunakan bunga dari toko bunga atau yang tumbuh liar di pinggir jalan, karena kemungkinan besar telah terkena pestisida atau bahan kimia lain.
Beberapa bunga favorit yang bisa Anda coba:
1. Nasturtium
Rasanya pedas segar seperti lobak, warnanya cerah, dan sangat cocok dijadikan campuran salad. Bunganya yang berbentuk cawan ini juga menambah kesan visual yang memikat.
2. Calendula
Sering dijuluki "saffron murah", kelopak emasnya memberi warna dan rasa hangat pada sup atau nasi.
3. Borage
Bunga biru berbentuk bintang dengan aroma samar seperti mentimun. Cocok disajikan dalam minuman dingin atau sebagai pelengkap hidangan laut.
4. Lavender
Gunakan dalam jumlah kecil. Aromanya sangat kuat dan mudah mendominasi rasa. Tapi bila diolah dengan tepat, seperti dalam biskuit atau puding, hasilnya luar biasa.
5. Chamomile
Biasanya dikenal dalam bentuk teh, tapi bunga segarnya bisa ditambahkan dalam salad buah atau sirup alami.
Waktu terbaik untuk memanen bunga adalah pagi hari, setelah embun mengering namun sebelum matahari terlalu terik. Pada saat ini, kelopak bunga masih segar dan aromanya optimal. Cukup bilas dengan lembut dan keringkan, jangan rendam, karena bunga sangat mudah memar.
Mengolah bunga untuk dimasak sebenarnya tidak sulit, tapi perlu ketelitian. Berikut aturan dasarnya:
Buang bagian dalam seperti benang sari atau putik (khususnya untuk bunga besar seperti bunga labu atau mawar), karena bisa terasa pahit atau menimbulkan reaksi ringan.
Gunakan hanya bunga yang masih segar. Bunga yang layu akan menjadi lembek saat dimasak dan kehilangan rasa.
Tambahkan bunga di akhir proses memasak. Panas dapat merusak aroma dan rasa bunga. Contohnya, tambahkan calendula ke risotto sesaat sebelum disajikan, atau letakkan borage di atas sup yang sudah matang.
- Tips menarik: Bekukan bunga kecil seperti violet atau chamomile ke dalam es batu. Hasilnya cantik untuk minuman dingin atau lemon herbal buatan sendiri.
Bunga yang bisa dimakan bukan sekadar pemanis visual. Mereka bisa jadi bahan utama. Misalnya, lavender. Di wilayah selatan Prancis, lavender diolah menjadi krim untuk crème brûlée atau dicampur dengan gula untuk membuat biskuit. Tapi kuncinya adalah keseimbangan: cukup gunakan ½ sendok teh bunga kering untuk satu resep biskuit. Terlalu banyak, rasa makanannya jadi aneh.
Contoh lainnya, bunga labu. Di banyak daerah tropis, bunga ini muncul saat cuaca hangat. Bisa diisi dengan keju kambing berbumbu, digoreng ringan, atau dicincang dan dimasukkan ke dalam telur dadar atau roti pipih.
Bunga hibiscus juga menarik. Biasanya dikeringkan dan diseduh menjadi teh asam berwarna merah. Tapi jika direbus dan dikurangi bersama sedikit madu, akan berubah menjadi sirup asam-manis yang lezat untuk pelengkap yogurt atau buah panggang. Rebus ½ cangkir hibiscus kering dalam 2 cangkir air selama 10 menit, saring, lalu masak kembali hingga mengental.
Anda tidak perlu lahan luas. Jendela yang terkena matahari atau satu petak kecil di halaman sudah cukup.
Mulailah dengan nasturtium. Tanaman ini tumbuh baik di tanah miskin dan tidak butuh banyak air. Bunga dan daunnya bisa dimakan, bahkan bijinya pun bisa diasinkan seperti caper.
Untuk calendula, tanam benih di awal musim hujan. Mereka mudah tumbuh kembali dan mengundang serangga baik. Petik bunga yang sudah mekar penuh setiap beberapa hari untuk merangsang pertumbuhan baru.
Jika Anda suka tanaman herbal seperti kemangi, biarkan beberapa berbunga. Bunganya kecil dan manis, sempurna untuk taburan pasta atau salad segar. Bonusnya, tanaman berbunga akan menarik lebah dan kupu-kupu ke kebun Anda.
Ingat: jangan gunakan pupuk kimia atau pestisida keras. Pilih kompos dan tanah organik. Bila hama seperti kutu daun menyerang, cukup semprotkan air atau sedikit sabun lembut.
Makanan bukan hanya soal rasa kenyang. Makanan adalah tentang kenangan, suasana, dan momen. Satu bunga kecil di atas piring bisa mengubah cara kita menikmati hidangan, bukan hanya lewat rasa, tapi juga lewat keindahan.
Lain kali saat Anda melihat bunga di taman, tanya pada diri sendiri: apakah ini bisa masuk ke dalam masakan kami? Bukan sebagai hiasan, tapi sebagai bahan yang sungguh-sungguh, penuh rasa, wangi, dan ditanam dengan perhatian.
Mulailah dari satu jenis bunga. Rasakan perbedaannya. Karena kadang, hidangan paling indah tak selalu berasal dari dapur mewah, melainkan dari sehelai kelopak yang tumbuh dengan cinta.