Saat berbicara tentang hewan yang memancarkan kebahagiaan, quokka langsung terlintas di benak.
Marsupial kecil ini hidup terutama di Pulau Rottnest, dekat Perth, Australia, serta beberapa wilayah pesisir di sekitarnya.
Begitu kami menginjakkan kaki di pulau itu, aura ceria mereka langsung terasa. Dengan lompatan lincah dan rasa ingin tahu yang tinggi, quokka menjelajahi semak-semak, padang rumput, dan jalur berbatu. Berada di dekat mereka terasa seperti masuk ke dunia di mana kebahagiaan menular begitu saja.
Quokka adalah kerabat kecil kanguru. Mereka berukuran sekitar 40–54 cm dari kepala hingga ekor, dengan panjang ekor sekitar 25–35 cm. Bobotnya berkisar antara 2–5 kg, di mana jantan biasanya lebih besar sekitar 3,5 kg dan betina sekitar 2,8 kg. Dengan telinga yang membulat, moncong pendek, serta bulu berwarna cokelat keabu-abuan yang lembut, quokka terlihat sangat menggemaskan. Kaki belakangnya yang kuat membuat mereka bisa melompat jauh dan cepat. Warna perutnya yang lebih terang memberikan kontras yang lembut dengan punggung mereka yang lebih gelap. Menyaksikan gerak-gerik mereka saja sudah membuat hati senang.
Salah satu alasan mengapa quokka begitu dicintai adalah senyum khas mereka yang terlihat seperti selalu bahagia. Wajahnya yang bulat dan mata yang tinggi di kepala memberikan ekspresi ceria alami. Saat mereka dalam kondisi santai, otot wajahnya membentuk lengkungan ke atas, seolah sedang tersenyum. Walau sebenarnya bukan senyuman seperti manusia, ekspresi ini secara naluriah kita artikan sebagai kebahagiaan. Tak heran, banyak wisatawan yang rela menyeberang ke Pulau Rottnest hanya untuk berfoto selfie bersama makhluk lucu ini dan membagikan keceriaan tersebut ke dunia maya.
Quokka menyukai tempat-tempat dengan semak lebat, padang rumput, bukit berpasir, dan wilayah berbatu. Mereka cenderung berada dekat sumber air karena menyediakan kelembapan serta tumbuhan yang melimpah. Di siang hari, mereka biasanya beristirahat di tempat teduh, sementara saat pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk melihat mereka aktif mencari makan. Mereka juga sering memanfaatkan lubang, celah batu, atau membuat sarang sederhana dari daun dan ranting sebagai tempat berlindung yang nyaman dan aman.
Sebagai hewan herbivora, quokka hanya mengonsumsi tumbuhan. Mereka menyantap rumput, daun, kulit kayu, buah, dan tunas muda. Aktivitas mencari makan paling banyak terjadi saat fajar dan senja, namun kadang-kadang mereka juga terlihat sedang mengunyah di siang hari. Saat memperhatikan mereka makan, kami bisa melihat bagaimana mereka begitu hati-hati dan penuh rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitarnya. Pola makan dan kebiasaan mereka mencerminkan kemampuan beradaptasi luar biasa terhadap ekosistem unik di Pulau Rottnest.
Quokka biasanya hidup dalam kelompok kecil yang dipimpin oleh betina. Mereka berbagi lokasi mencari makan dan saling memberi peringatan jika ada ancaman. Jantan akan mempertahankan wilayah kekuasaannya dari sesama jantan lain. Komunikasi dilakukan melalui bahasa tubuh yang halus, suara pelan, dan penandaan aroma. Saat merasa terancam, mereka bisa merunduk, menunjukkan gigi, atau melompat tiba-tiba untuk melarikan diri. Dari perilaku ini, terlihat bahwa kerja sama, kewaspadaan, dan ketangkasan adalah kunci kelangsungan hidup mereka di alam liar.
Quokka bisa berkembang biak sepanjang tahun. Betina biasanya melahirkan satu hingga dua anak per tahun. Setelah masa kehamilan singkat sekitar 25 hari, bayi quokka yang disebut "joey" langsung masuk ke dalam kantong induknya selama kurang lebih enam bulan, bergantung sepenuhnya pada susu dan perawatan sang ibu. Kami bisa membayangkan ikatan kuat antara induk dan anak saat si kecil perlahan belajar melompat, mencari makan, dan berinteraksi dengan dunia sebelum akhirnya mandiri.
Meski tampak selalu ceria, quokka menghadapi ancaman serius dari predator yang bukan asli habitat mereka seperti kucing liar dan rubah, serta kerusakan habitat akibat aktivitas manusia. Saat ini, quokka dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah oleh IUCN. Namun, pemerintah Australia telah melakukan berbagai upaya pelestarian, termasuk pendirian kawasan lindung di Pulau Rottnest dan beberapa daerah lain. Dengan pengendalian predator dan pembatasan interaksi manusia secara langsung, kini kami masih dapat menikmati momen melihat quokka melompat dan "tersenyum" di alam bebas.
Menghabiskan waktu bersama quokka bukan sekadar pengalaman wisata, melainkan pelajaran berharga tentang menikmati hidup saat ini. Senyuman kecil mereka, lompatan riang, dan rasa ingin tahu yang tinggi mengajarkan kita tentang kebahagiaan dalam kesederhanaan. Mari rencanakan perjalanan ke Pulau Rottnest, saksikan bagaimana quokka mengeksplorasi dunia mereka, dan pulang dengan hati yang lebih ringan serta penuh inspirasi dari makhluk kecil paling bahagia di muka bumi.