Kebun binatang telah lama menjadi tempat di mana hewan-hewan dipelihara untuk dilihat oleh publik, namun beberapa hewan ternyata memiliki cara untuk melarikan diri. Dari singa hingga simpanse, kisah-kisah pelarian ini mengungkapkan sejauh mana hewan berusaha meraih kebebasannya.
Namun, pelarian mereka sering kali menyebabkan kekacauan dan bahaya baik bagi hewan maupun manusia yang terlibat. Berikut adalah delapan kejadian pelarian hewan yang paling mencuri perhatian di kebun binatang:
Pada akhir 2018, sebuah insiden mengerikan terjadi di Burlington Nature Center, North Carolina. Seekor singa jantan berusia 14 tahun yang bernama Mato berhasil melarikan diri dari kandang terkunci dan menyerang seorang intern berusia 22 tahun bernama Alexandra Black. Meskipun upaya untuk menenangkan singa tersebut dilakukan, singa ini akhirnya harus ditembak mati demi menghindari kerugian lebih lanjut. Kejadian ini memicu perdebatan tentang keamanan di kebun binatang yang mengandung hewan berbahaya.
Tahun ini, seekor panda merah berusia dua tahun bernama Kora berhasil kabur dari habitatnya di Columbus Zoo and Aquarium, Ohio. Setelah terlihat oleh pengunjung, Kora memanjat pohon dan enggan turun. Tim kebun binatang kemudian menyiapkan jaring pengaman yang akhirnya membuat Kora terjatuh dengan aman ke dalamnya. Meskipun pelariannya cukup dramatis, untungnya Kora tidak terluka.
Pada tahun 2011, sebuah kejadian langka terjadi di Bronx Zoo, New York. Seekor ular kobra Mesir berbisa melarikan diri dari kandangnya, menyebabkan kepanikan besar di kota tersebut. Ular yang dapat menyebabkan kerusakan fatal hanya dalam waktu 15 menit ini menjadi sensasi media sosial. Beruntung, ular tersebut akhirnya ditemukan bersembunyi di sudut gelap rumah reptil kebun binatang itu.
Ken Allen, seekor simpanse yang menjadi legenda di San Diego Zoo pada tahun 1980-an, dikenal karena keberhasilannya melarikan diri sebanyak sembilan kali. Ia menggunakan berbagai cara, termasuk membuka baut-baut kandang dan memanfaatkan tongkat besi yang ditinggalkan oleh staf kebun binatang. Meskipun kebun binatang memperketat sistem keamanan mereka, Ken tetap berhasil melarikan diri hingga akhirnya dipindahkan ke fasilitas yang lebih aman.
Pada Juni tahun ini, sebuah kanguru berusia 10 tahun yang bernama "Surprise" berhasil kabur dari sebuah tempat perlindungan satwa liar di Colorado. Kanguru ini ditemukan 64 kilometer dari tempat perlindungannya, tepat di tengah kota. Meskipun tim pencari menggunakan drone untuk melacaknya, kanguru tersebut masih belum berhasil ditemukan. Kejadian ini menambah daftar hewan yang kabur dan membingungkan masyarakat.
Pada bulan Maret 2016, seekor singa berhasil kabur dari Taman Nasional Nairobi di Kenya dan melukai seorang pria. Taman nasional yang hanya berjarak 6,4 kilometer dari pusat kota ini ternyata memiliki masalah dengan pagar pembatas yang kurang kuat. Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi, karena beberapa singa lainnya sebelumnya juga sempat terlihat berada di area perkotaan. Insiden ini menunjukkan pentingnya memperbaiki sistem pengamanan di taman nasional yang berada di dekat pemukiman.
Pada awal tahun ini, seorang remaja berusia 16 tahun melakukan aksi nekat dengan membebaskan 70 ekor monyet dari kandangnya di kebun binatang Fuji, Jepang. Ia memotong kawat kandang menggunakan alat yang dibawanya sendiri. Polisi akhirnya berhasil menangkap remaja tersebut setelah mobil temannya terekam di kamera pengawas. Remaja itu mengaku membawa alat-alat tersebut dengan sengaja untuk membebaskan hewan-hewan tersebut.
Pada tahun 2016, sebuah simpanse berhasil melarikan diri dari Kebun Binatang Yagiyama, Jepang. Ia berlari melewati area perumahan dan membuat warga setempat ketakutan. Simpanse ini bahkan memanjat tiang listrik dan berjalan di sepanjang kabel listrik, memicu ketegangan besar. Akhirnya, simpanse tersebut ditembak jatuh dan terjatuh ke tanah, yang menyebabkan tim kebun binatang harus bekerja ekstra untuk mengatasi situasi yang penuh ketegangan ini.
Kisah-kisah pelarian hewan ini memberikan gambaran jelas tentang betapa besar keinginan mereka untuk meraih kebebasan. Namun, pelarian-pelarian ini sering berujung pada situasi yang penuh risiko, baik bagi hewan maupun manusia. Insiden-insiden ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem keamanan di kebun binatang dan taman nasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pihak berwenang di kebun binatang juga harus semakin waspada dalam menjaga kesejahteraan hewan sekaligus memastikan keselamatan pengunjung.
Keamanan yang lebih ketat, baik untuk hewan maupun pengunjung, harus menjadi prioritas utama. Pelarian-pelarian dramatis seperti ini mengingatkan kita bahwa meskipun hewan-hewan ini berada dalam kandang, naluri mereka untuk bebas tidak pernah padam.