Bayangkan suara lembut mesin jip yang mulai berputar perlahan saat kami memasuki gerbang Yala National Park di waktu fajar.


Kabut masih menggantung rendah di atas tanah, menciptakan suasana magis, hingga tiba-tiba seekor merak muncul di antara pepohonan, membuka ekornya yang berkilauan memantulkan cahaya pertama mentari pagi.


Yala, yang terletak di bagian tenggara Sri Lanka dekat pesisir selatan, adalah taman nasional paling terkenal di negara ini. Tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan surga alam liar dengan keanekaragaman hayati luar biasa, pemandangan menakjubkan, dan kesempatan langka melihat merak liar menari bebas di habitat aslinya.


Dengan luas sekitar 979 kilometer persegi, Yala terbagi menjadi lima zona utama, namun hanya Blok 1 dan Blok 5 yang dibuka untuk umum. Kedua area ini menawarkan kombinasi sempurna antara hutan lebat, padang rumput luas, hingga laguna pesisir yang tenang. Setiap sudutnya menyimpan kehidupan, mulai dari burung berwarna cerah hingga predator besar yang mengintai di balik semak.


Tiket dan Jam Operasional


Yala National Park buka setiap hari pukul 06.00 hingga 18.00.


Berikut perkiraan biaya untuk pengunjung mancanegara:


Tiket masuk: sekitar $25 per orang


- Biaya kendaraan: sekitar $10 per jip


- Safari jip (dengan sopir dan pemandu): $35–$45 untuk setengah hari atau $70–$90 untuk seharian penuh


- Biaya kamera: sudah termasuk dalam sebagian besar paket tur


Semua perjalanan safari harus melalui operator resmi, karena pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan pribadi ke dalam taman. Sebagian besar hotel di Tissamaharama, kota terdekat dari Yala, dapat membantu memesan safari lebih awal agar tidak kehabisan tempat.


Waktu Terbaik untuk Berkunjung


Musim terbaik untuk mengunjungi Yala adalah saat musim kering, yaitu antara Februari hingga Juli. Pada periode ini, hewan-hewan sering berkumpul di sekitar sumber air, sehingga peluang untuk melihat satwa liar lebih tinggi.


Biasanya, taman ini ditutup sementara pada September dan Oktober untuk perawatan dan memberi waktu bagi alam untuk pulih.


- Safari pagi (06.00–10.00) menjadi waktu ideal untuk melihat merak jantan menari, memamerkan bulu ekornya di bawah cahaya keemasan matahari.


- Safari sore (14.30–18.00) sangat cocok bagi pecinta fotografi, dengan panorama senja yang memantul di atas laguna yang tenang.


Jika Anda datang saat musim hujan (November–Januari), suasana taman akan tampak lebih hijau dan segar, meski beberapa jalur mungkin menjadi berlumpur dan sulit dilalui.


Cara Menuju ke Yala


Yala berjarak sekitar 190 km dari Colombo, ibu kota Sri Lanka, dengan waktu tempuh sekitar 5–6 jam tergantung lalu lintas.


- Mobil pribadi: Pilihan paling nyaman dengan biaya sekitar $100–$130 sekali jalan.


- Kereta: Perjalanan indah dari Colombo menuju Matara atau Haputale, kemudian dilanjutkan dengan taksi atau bus ke Tissamaharama.


- Bus: Pilihan paling hemat dengan tarif sekitar $5–$8, durasi perjalanan sekitar 7 jam.


Setibanya di Tissamaharama, jip safari akan menjemput kami langsung dari hotel sebelum matahari terbit, awal sempurna untuk petualangan alam yang tak terlupakan.


Bintang Utama: Merak Liar yang Memikat


Merak adalah burung nasional Sri Lanka, simbol keanggunan dan keindahan. Di Yala, mereka hidup bebas, berjalan dengan percaya diri di padang terbuka atau bertengger di atas dahan pohon.


Pada musim kawin, antara Maret hingga Juni, merak jantan menampilkan tarian megahnya, membuka ekor berhiaskan mata biru dan hijau yang berkilau, sambil menggoyangkan tubuhnya dengan lembut. Adegan ini, berpadu dengan cahaya pagi di padang kering Yala, adalah pemandangan yang tak akan mudah dilupakan.


Berbeda dengan merak di penangkaran, merak liar Yala terlihat lebih gagah, gesit, dan penuh kewaspadaan. Suara panggilan mereka yang nyaring menggema di seluruh taman, menambah kesan mistis di antara pepohonan dan danau.


Hewan Lain yang Bisa Ditemui


Selain merak, Yala juga menjadi rumah bagi ratusan spesies menakjubkan:


- Macan tutul: Kepadatan populasi tertinggi di dunia terdapat di Blok 1.


- Gajah liar: Sering terlihat mandi di danau atau berjalan beriringan bersama kawanan.


- Buaya dan kerbau air: Mengintai di sekitar laguna dan sungai.


- Burung langka: Lebih dari 200 spesies, termasuk rangkong, elang, dan burung pemakan lebah.


Setiap perjalanan safari menghadirkan pengalaman yang berbeda. Kadang kami beruntung melihat macan tutul melintas di jalan tanah, kadang hanya sekadar menikmati pemandangan sekawanan gajah berjalan perlahan di balik kabut pagi.


Tempat Menginap


Sebagian besar pengunjung memilih tinggal di Tissamaharama, yang memiliki banyak pilihan akomodasi:


- Budget: Lake Wind Hotel (sekitar $30–$50 per malam)


- Menengah: Kithala Resort atau Chaarya Resort ($80–$120 per malam)


- Mewah: Jetwing Yala atau Cinnamon Wild Yala ($180–$300 per malam)


Beberapa penginapan menawarkan paket lengkap termasuk makan, safari, dan pemandu lokal. Untuk pengalaman yang lebih berkesan, kami dapat mencoba berkemah di tenda eco-luxury di tepi taman, tidur di bawah langit berbintang sambil mendengarkan suara merak memanggil di kejauhan.


Tips Berguna untuk Petualangan Anda


- Pesan safari lebih awal, terutama untuk perjalanan pagi.


- Bawa topi, tabir surya, obat anti-serangga, kamera, dan air minum.


- Gunakan pakaian berwarna netral agar tidak menarik perhatian satwa.


- Tetap tenang dan jangan berdiri di dalam jip.


- Jaga kebersihan dan jangan memberi makan hewan liar.


- Siapkan uang tunai, karena tidak semua tempat menerima kartu.


Menyatu dengan Alam Liar


Yala National Park bukan sekadar tempat wisata, ini adalah pengalaman spiritual yang menghubungkan kita dengan alam. Saat menyaksikan merak liar membuka ekornya di tepi laguna atau mendengar suaranya menggema di antara pepohonan, kami merasakan kedamaian dan keajaiban alam yang sejati.


Di sinilah kami menemukan keseimbangan antara petualangan dan ketenangan. Di Yala, kami tidak hanya melakukan safari, tetapi melangkah ke dunia liar yang hidup, penuh warna, dan menakjubkan. Saat merak menari di bawah sinar emas matahari, kami tahu… ada keajaiban yang tak akan pernah hilang dari ingatan.