Mercusuar memiliki fungsi utama sebagai alat bantu navigasi untuk memandu kapal melintasi perairan yang penuh bahaya. Garis pantai sering kali dihiasi oleh berbagai bahaya alam yang sulit terlihat, seperti batu karang, terumbu, dan pasir yang berbahaya.
Bahaya-bahaya ini semakin sulit dikenali, terutama saat cuaca dingin atau pada malam hari, ketika visibilitas sangat terbatas. Untuk itulah, mercusuar hadir dengan pancaran cahaya terang yang berfungsi sebagai titik referensi visual bagi kapal, membantu mereka tetap berada di jalur yang aman dan menghindari daerah berbahaya.
Peran ini sangat vital bagi kapal-kapal yang berlayar dekat pantai atau yang sedang memasuki dan meninggalkan pelabuhan, di mana bahaya bawah air lebih sering ditemukan.
Setiap mercusuar memiliki pola cahaya yang unik, atau yang disebut "karakteristik," yang bisa berupa kedipan pada interval tertentu atau cahaya dengan warna yang berbeda. Pola cahaya ini memungkinkan para pelaut untuk mengidentifikasi lokasi mereka dengan tepat, bahkan ketika berada di tengah laut yang luas. Dengan cara ini, mereka dapat mengetahui mercusuar yang mereka lihat dan memanfaatkannya untuk menghitung posisi mereka di peta navigasi. Sebagai contoh, jika sebuah mercusuar memiliki cahaya yang berkedip setiap 10 detik dengan warna merah, para pelaut yang sudah familiar dengan karakteristik tersebut dapat segera mengenali lokasi mereka.
Selain peran pentingnya pada malam hari, mercusuar juga berfungsi sebagai "daymark" atau penanda visual pada siang hari. Mercusuar yang terletak di pantai sering kali dicat dengan warna dan pola yang khas, seperti garis-garis vertikal, pola gelang, atau desain kotak-kotak. Pola-pola ini dirancang agar mudah dikenali dari kejauhan. Keunikan setiap desain ini membantu pelaut membedakan satu mercusuar dengan yang lainnya, sehingga mereka bisa memastikan lokasi mereka dengan lebih akurat.
Strategisnya penempatan mercusuar juga menjadi kunci penting dalam sistem navigasi ini. Mercusuar biasanya didirikan di daerah-daerah yang telah diketahui memiliki bahaya maritim, seperti pantai berbatu, perairan terumbu karang, atau daerah yang rentan terhadap arus kuat. Dengan menandai kawasan-kawasan yang berisiko ini, mercusuar bertindak sebagai sistem peringatan dini, memberi tahu para pelaut tentang bahaya yang mungkin terjadi. Sebelum adanya teknologi navigasi elektronik yang canggih seperti sekarang, mercusuar adalah sarana utama yang digunakan oleh kapal untuk memperingatkan tentang bahaya yang ada di sekitar mereka.
Selain itu, dalam kondisi cuaca buruk seperti berkabut atau saat visibilitas sangat rendah, banyak mercusuar juga dilengkapi dengan sirine pembelok. Sirine ini mengeluarkan suara keras berfrekuensi rendah yang dapat didengar oleh kapal-kapal di sekitarnya, bahkan saat cahaya mercusuar mungkin tidak terlihat karena kabut. Suara dari sirine ini berfungsi untuk mengarahkan kapal menjauh dari daerah berbahaya, memastikan keselamatan meski dalam kondisi yang sangat menantang.
Meskipun teknologi navigasi modern telah berkembang pesat, peran mercusuar dalam menjaga keselamatan pelaut tetap tak tergantikan. Bahkan di era sistem GPS dan radar yang canggih, mercusuar tetap memiliki nilai historis dan praktis yang sangat tinggi. Mereka tidak hanya menjadi simbol sejarah maritim, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam berlayar, terutama di perairan yang penuh dengan bahaya tersembunyi.