Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan 10 wakil untuk bertanding di ajang prestisius All England 2025.
Kejuaraan yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, pada 11 hingga 16 Maret 2025 ini merupakan salah satu turnamen bulu tangkis tertua di dunia dan menjadi ajang penting bagi para atlet bulu tangkis dari seluruh dunia.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, mengungkapkan bahwa para atlet yang akan berlaga di All England sudah mempersiapkan diri dengan maksimal, baik dari segi fisik maupun teknik. Ia menyebutkan bahwa para pemain telah menjalani program latihan yang intensif dan terfokus, demi mencapai performa terbaik di turnamen bergengsi ini.
“Persiapan atlet sejauh ini berjalan sangat baik. Dari segi teknik, kami fokus pada pengembangan pola permainan dan peningkatan konsentrasi di lapangan. Sementara itu, aspek fisik juga terus diperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet,” jelas Eng Hian dalam keterangan resminya pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Dari sektor tunggal, Indonesia akan mengandalkan lima wakil, di antaranya adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Chico Aura Dwi Wardoyo untuk tunggal putra. Sementara itu, untuk tunggal putri, terdapat dua nama yang akan bertanding, yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.
Di sektor ganda, Indonesia mengirimkan tiga pasangan ganda putra terbaik, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, dan Daniel Marthin/M Shohibul Fikri. Sedangkan untuk ganda putri, ada dua pasangan yang dipercaya untuk tampil di All England, yaitu Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi.
Eng Hian berharap agar para atlet yang turun di kejuaraan All England dapat tampil konsisten dan memberikan yang terbaik. “Saya berharap anak-anak bisa menunjukkan performa yang maksimal dan konsisten di tur Eropa nanti,” tuturnya.
Indonesia membawa status juara bertahan di dua kategori, yakni tunggal putra dan ganda putra. Jonatan Christie, yang sukses menjadi juara di edisi sebelumnya, akan berusaha mempertahankan gelarnya. Pada tahun lalu, Jonatan mengalahkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting, di final. Di sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga berambisi untuk mempertahankan gelar juara mereka setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di final All England 2024.
Selain All England, PBSI juga mempersiapkan para atlet untuk tampil di turnamen bulu tangkis lainnya, seperti Orleans Masters yang akan diselenggarakan di Perancis pada 4 hingga 9 Maret 2025. Selain itu, para pebulu tangkis Indonesia juga akan bersaing di Swiss Open yang berlangsung pada 18 hingga 23 Maret 2025. Turnamen-turnamen ini menjadi ajang pemanasan sebelum berlanjut ke kompetisi-kompetisi besar lainnya.
Sebagai informasi tambahan, All England adalah kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia yang pertama kali digelar pada tahun 1899. Kejuaraan ini telah menjadi tradisi dan salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender dunia bulu tangkis, dengan banyak sejarah dan momen ikonik tercipta di sepanjang perjalanan kompetisi.
Dengan persiapan yang matang, para atlet Indonesia diharapkan dapat menunjukkan penampilan terbaik mereka dan mengukir prestasi di All England 2025. Apakah Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mampu mempertahankan gelar juara mereka? Atau akankah ada kejutan dari pasangan atau pemain lain? Kita tunggu aksi mereka di ajang bergengsi ini!