NBA selalu menjadi panggung bagi pemain muda yang berbakat, dan para pemain termuda yang pernah bermain di liga ini seringkali memberikan kesan yang tak terlupakan. Mulai dari debut yang memecahkan rekor hingga kebangkitan yang mengejutkan, kita telah menyaksikan momen luar biasa dari atlet muda ini.


Dalam artikel ini, kami akan membahas 10 pemain termuda dalam sejarah NBA, mengulas karier awal mereka, dampak yang mereka bawa ke liga, serta bagaimana mereka meninggalkan jejak di dunia basket.


Victor Wembanyama: Fenomena Muda yang Mengguncang Dunia Basket


Salah satu nama yang paling cepat muncul adalah Victor Wembanyama, pemain San Antonio Spurs yang terpilih sebagai draft pick pertama pada NBA Draft 2023. Pada usia 19 tahun, Wembanyama sudah memiliki pengalaman yang mengesankan di liga Prancis, dan hal ini menjadikan debutnya sangat dinantikan. Tak hanya memenuhi ekspektasi, dia juga langsung tampil luar biasa dan dinobatkan sebagai Rookie of the Year pada Mei tahun yang sama. Namun, Wembanyama bukan satu-satunya pemain muda yang berhasil mencuri perhatian di NBA.



C.J. Miles: Awal yang Menjanjikan


Salah satu pemain termuda yang pernah bermain di NBA adalah C.J. Miles, yang melakukan debut pada usia 18 tahun dan 241 hari bersama Utah Jazz. Miles terpilih di putaran kedua NBA Draft 2005 dan ditandatangani kontrak dua tahun oleh Jazz, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah tim tersebut. Meskipun masa-masa awalnya tidak sesuai harapan karena lebih sering bermain di liga pengembangan NBA, Miles tetap berkarier profesional hingga 2022, bermain untuk berbagai tim dan juga G-League Ignite.


Andris Biedriņš: Dari Latvia ke NBA


Pada usia 18 tahun dan 217 hari, Andris Biedriņš adalah pemain muda lain yang langsung terjun ke NBA. Dia dipilih oleh Golden State Warriors dengan pick ke-11 pada NBA Draft 2004. Biedriņš tidak langsung memberikan dampak besar, namun pada musim 2007-08, ia mulai menunjukkan kontribusi signifikan, terutama dalam pertahanan dan perebutan bola rebound. Kariernya berakhir pada 2013, setelah bermain untuk beberapa tim, termasuk Utah Jazz, dengan reputasi sebagai pemain bertahan yang tangguh.



Yaroslav Korolev: Pilihan yang Dipertanyakan


Yaroslav Korolev, yang terpilih ke-12 oleh Los Angeles Clippers pada tahun 2005, menjadi pilihan yang membingungkan karena tidak pernah memenuhi ekspektasi. Meski memiliki pengalaman profesional di negara asalnya, Korolev hanya bermain 127 menit pada musim rookie-nya dan akhirnya dilepas oleh Clippers pada 2007. Kurangnya kontribusi signifikan menyebabkan dia pensiun dari NBA pada 2016, meskipun ia terus bermain di liga Eropa.


Tracy McGrady: Bintang yang Terlahir Muda


Tracy McGrady, yang terpilih ke-9 oleh Toronto Raptors pada tahun 1997, debut di NBA pada usia 18 tahun dan 160 hari. Meski waktu awalnya di Raptors tidak mencolok, McGrady segera menunjukkan bakat luar biasa. Setelah bergabung dengan Orlando Magic, ia berkembang menjadi salah satu bintang besar NBA, tujuh kali menjadi All-Star dan memimpin timnya menuju kesuksesan. Karier McGrady, yang berlangsung selama 16 tahun, dipenuhi dengan statistik mengesankan, termasuk rata-rata 19,6 poin, 5,6 rebound, dan 4,4 assist per pertandingan.



Bill Willoughby: Pelopor Pencapaian Awal


Bill Willoughby adalah salah satu cerita menarik di antara pemain termuda NBA. Terpilih ke-19 pada tahun 1975, Willoughby menjadi pemain ketiga dalam sejarah NBA yang melewati jalur kuliah dan langsung memasuki liga profesional. Kariernya mungkin tidak cemerlang, namun atletisme Willoughby dengan lonjakan vertikal yang luar biasa (47 inci) tetap menjadi sorotan. Karier NBA-nya dihabiskan dengan enam tim dalam kurun waktu delapan tahun.


Stan Brown: Menembus Batasan


Stan Brown tercatat sebagai pemain pertama yang melompat langsung dari sekolah menengah ke liga profesional. Pada 1946, ia memulai perjalanan kariernya bersama Philadelphia Sphas di American Basketball League, sebelum bergabung dengan Philadelphia Warriors di BAA (Basketball Association of America). Meskipun kariernya singkat, Brown dikenal sebagai pelopor pemain yang menembus batasan dengan langsung berkarier di NBA setelah lulus dari sekolah menengah.



Darko Miličić: Kisah Peringatan


Terpilih ke-2 oleh Detroit Pistons pada NBA Draft 2003, Darko Miličić menjadi salah satu cerita kegagalan yang paling dikenal di NBA. Miličić adalah bagian dari tim juara Pistons pada 2004, namun jarang mendapatkan menit bermain. Kariernya penuh dengan kekecewaan, dan ia sering dianggap sebagai salah satu pilihan terburuk dalam sejarah draft NBA. Miličić akhirnya bermain selama 10 tahun di NBA sebelum pensiun, berkelana di beberapa tim tanpa pernah memenuhi harapan tinggi yang disematkan padanya.


Kobe Bryant: Legenda yang Dibangun Sejak Muda


Kobe Bryant adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah NBA, yang memulai debutnya pada usia 18 tahun dan 72 hari. Draf oleh Charlotte Hornets, Kobe segera diperdagangkan ke Los Angeles Lakers, di mana ia menghabiskan seluruh kariernya. Pada musim keduanya, Kobe sudah menjadi pemain All-Star, dan ia kemudian meraih lima gelar juara bersama Lakers. Karier legendarisnya dipenuhi dengan penghargaan, termasuk 18 kali terpilih sebagai All-Star.



Jermaine O'Neal: Menanjak dari Bangku Cadangan


Jermaine O'Neal, yang terpilih ke-17 oleh Portland Trail Blazers pada 1996, debut pada usia 18 tahun dan 53 hari. Setelah beberapa tahun di bangku cadangan, O'Neal diperdagangkan ke Indiana Pacers, di mana ia berkembang menjadi bintang. O'Neal enam kali terpilih sebagai All-Star dan memainkan peran penting dalam kesuksesan Pacers selama masa-masa keemasannya.


Meskipun para pemain ini sangat muda, perjalanan karier mereka penuh dengan pasang surut. Beberapa di antaranya berhasil mencapai puncak kesuksesan, sementara yang lainnya tidak bisa memenuhi ekspektasi tinggi. Namun, satu hal yang pasti, mereka semua telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan di NBA. Keberhasilan atau kegagalan, perjalanan mereka menunjukkan bahwa muda di NBA bisa menjadi berkat sekaligus tantangan.