Tennis, sebuah olahraga yang kita kenal sebagai permainan cepat dan seru yang dimainkan di lapangan-lapangan di seluruh dunia, memiliki sejarah yang sangat menarik.


Pernahkah Anda berpikir bagaimana tenis bisa menjadi seperti sekarang? Sejarah tenis penuh dengan kejutan, pengaruh dari kalangan bangsawan, dan bahkan pelarangan! Mari kita telusuri perjalanan sejarah tenis yang menakjubkan ini.


Bagaimana Semua Dimulai: Permainan Sederhana dengan Tangan


Ternyata, tenis berakar dari sebuah permainan yang sudah ada sejak abad ke-12 di Prancis. Pada waktu itu, para biarawan yang tinggal di wilayah utara Prancis bermain permainan sederhana di dalam ruangan biara, di mana mereka hanya menggunakan tangan untuk memukul bola bolak-balik. Pada saat itu, tidak ada raket, tidak ada jaring, hanya tangan dan bola yang terbuat dari kain.


Memasuki abad ke-14, permainan ini mulai dikenal di kalangan bangsawan Prancis. Bahkan, para raja dan kalangan elit di Prancis pun mulai menikmati permainan ini, menjadikannya sebagai hiburan favorit mereka. Meskipun permainan ini belum memiliki aturan yang tetap, satu hal yang pasti, permainan ini sangat populer!


Kelahiran Kata "Tennis"


Saat bermain, para pemain Prancis sering meneriakkan kata "Tenez!" yang berarti "Ambil!" atau "Mainkan!". Kata inilah yang kemudian berkembang menjadi kata "tennis" dalam bahasa Inggris. Menarik, bukan? Sebuah teriakan sederhana akhirnya menjadi nama untuk salah satu olahraga paling terkenal di dunia!



Perkembangan Permainan: Peralatan dan Aturan Baru


Seiring dengan berkembangnya permainan, terutama ketika permainan ini mulai menyebar ke luar kalangan kerajaan Prancis, berbagai perubahan dilakukan untuk meningkatkan permainan tersebut. Salah satu perubahan penting adalah mengganti cara memukul dengan tangan menjadi menggunakan dayung kayu yang dilapisi dengan kulit, yang membuat pemain lebih mudah mengontrol bola. Bahkan, bola itu sendiri juga diperbarui menjadi lebih tahan lama.


Pada abad ke-17, lapangan tenis mulai menggunakan jaring menggantikan hanya sekadar tali, dan pemain mulai menggunakan raket bertali sebagai pengganti dayung kayu. Pembaruan ini menjadikan permainan tenis semakin seru dan menantang, mendekati bentuk tenis modern yang kita kenal sekarang.


Larangan dari Kerajaan dan Kemunduran Permainan


Namun, tidak selalu tenis diterima dengan baik. Suatu ketika, seorang raja Prancis melarang permainan ini, dengan alasan bahwa tenis hanya boleh dimainkan oleh kalangan elit. Selain itu, masalah perjudian di dalam pertandingan tenis juga menjadi salah satu alasan adanya pembatasan lebih lanjut. Akibatnya, olahraga ini mulai mengalami penurunan popularitas pada abad ke-18.



Revolusi Tenis Modern


Pada tahun 1873, seorang ahli militer asal Inggris, Walter Clopton Wingfield, memberikan tenis sebuah awal baru. Dia menciptakan versi permainan tenis yang dapat dimainkan di lapangan rumput, yang dia sebut "lawn tennis". Wingfield bahkan menulis sebuah buku panduan untuk memperkenalkan permainan ini kepada publik, yang membantu tenis menjadi sangat populer.


Pada tahun 1875, klub tenis resmi pertama didirikan di Inggris, dan dua tahun kemudian, turnamen Wimbledon pertama kali digelar pada tahun 1877. Inilah awal dari tenis sebagai olahraga kompetitif yang serius!


Tenis Menyebar ke Amerika


Tenis tidak hanya berhenti di Inggris. Pada tahun 1874, seorang wanita Amerika bernama Mary Outerbridge melihat perwira Inggris bermain tenis saat dia berada di Bermuda. Tertarik dengan permainan ini, dia membawa raket tenis dan buku aturan kembali ke New York.


Awalnya, tenis hanya dimainkan di sekolah-sekolah dan klub-klub pribadi di Amerika Serikat, namun perlahan permainan ini menyebar ke seluruh negeri. Seiring berjalannya waktu, tenis yang tadinya hanya dimainkan di lapangan rumput pun mulai dimainkan di lapangan tanah liat, semen, dan aspal.



Munculnya Kompetisi Internasional


Pada tahun 1881, Amerika Serikat membentuk asosiasi tenis nasional pertama dan mengadakan kejuaraan tenis tunggal dan ganda pria pertama. Perancis menyusul pada tahun 1891, Australia pada tahun 1905, dan seiring berjalannya waktu, turnamen internasional besar pun digelar di seluruh dunia.


Empat turnamen terbesar, Wimbledon, U.S. Open, French Open, dan Australian Open—kemudian bergabung dan dikenal sebagai "Grand Slam." Meraih kemenangan di keempat turnamen ini dalam satu tahun dianggap sebagai salah satu pencapaian tertinggi dalam olahraga tenis!


Pecahnya Pembatasan: Perempuan dalam Tenis


Pada masa awal, tenis dianggap sebagai olahraga untuk pria saja. Banyak orang berpendapat bahwa olahraga ini tidak layak dimainkan oleh wanita. Namun, para pemain wanita yang gigih terus berjuang dan membuktikan bahwa mereka memiliki keterampilan yang setara dengan pemain pria.


Pada akhir abad ke-19, wanita akhirnya diizinkan untuk berkompetisi. Pada tahun 1897, Prancis mengadakan turnamen tenis tunggal wanita pertama, dan pada awal abad ke-20, semakin banyak turnamen tenis wanita yang diselenggarakan di seluruh dunia.



Tenis dan Olimpiade


Tenis menjadi olahraga resmi dalam Olimpiade pertama pada tahun 1896. Namun, karena adanya perbedaan pendapat mengenai pemain "amatir" dan "profesional", tenis akhirnya dihapus dari Olimpiade setelah tahun 1924. Baru pada Olimpiade Seoul 1988, tenis kembali dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi, dan sejak saat itu, tenis terus menjadi bagian penting dalam Olimpiade dengan para pemain terbaik dari seluruh dunia bersaing merebut medali emas.


Dari sebuah permainan sederhana yang dimainkan di halaman biara hingga menjadi fenomena global, tenis telah mengalami perjalanan yang sangat panjang! Kini, jutaan orang menikmati permainan tenis, baik di taman setempat maupun saat menonton final Grand Slam yang penuh ketegangan.