Ada sebuah konsep yang cukup populer disebut dengan perisai emosional, kemampuan untuk mengabaikan penilaian eksternal dan perbandingan, hidup secara autentik, serta fokus pada diri sendiri.
Meskipun terdengar memberdayakan, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ternyata bisa menjadi hal yang cukup sulit. Mengapa demikian? Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya metode yang dapat dipraktikkan secara nyata untuk mencapai tujuan ini.
Dari perspektif psikologis, ada berbagai cara untuk mengembangkan perisai emosional, namun hari ini kita akan fokus pada salah satu teknik dalam kognitif-behavioral therapy (CBT): mengenali "figur pikiran" yang menghalangi kedamaian mental Anda. Dengan mengenali "figur pikiran" ini, berkomunikasi dengannya, dan menantang pengaruhnya, Anda bisa secara perlahan memperkuat perisai emosional Anda.
Bayangkan sebuah situasi selama liburan musim panas, Anda membuka media sosial dan melihat unggahan seorang anak yang sedang mempersiapkan diri untuk semester depan, sementara anak lain sedang mengikuti tur studi internasional. Ini memunculkan gelombang kecemasan. Bahkan setelah menutup aplikasi, perasaan yang tidak tenang itu tetap muncul.
Pada saat-saat seperti ini, sangat penting untuk berhenti sejenak dan mengamati pikiran yang muncul dalam benak Anda. Misalnya, mungkin ada pikiran yang terlintas, seperti "Jika saya tidak membuat pilihan yang tepat untuk anak ini, masa depan mereka akan hancur" atau "Jika dibandingkan dengan orang lain, saya sebagai orang tua sepertinya gagal."
Pikiran-pikiran ini tidak bersifat universal dan harus dipersonalisasi berdasarkan pengalaman pribadi Anda. Setelah Anda mengenali figur pikiran ini, langkah selanjutnya adalah langsung menghadapi dan menanggapi pikiran tersebut. Dengan mengenali keberadaannya, Anda dapat mengubah perasaan cemas menjadi langkah-langkah pemecahan masalah yang lebih jelas.
Proses pengakuan ini bisa dimulai dengan sebuah kesadaran: "Ah, inilah pikiran yang memengaruhi suasana hati saya. Sekarang, mari kita hadapi." Dialog terstruktur dengan figur pikiran ini bisa mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti:
- Mengapa pikiran ini menyarankan bahwa saya tertinggal sebagai orang tua?
- Apa bukti yang mendukung anggapan bahwa pilihan saya saat ini akan merugikan masa depan anak saya?
Sebuah respons logis yang bisa muncul untuk menanggapi kekhawatiran ini mungkin adalah:
- Beberapa program tidak dipilih karena alasan yang sudah dipertimbangkan dengan matang, baik terkait dengan sumber daya, nilai, maupun prioritas.
- Pengaturan ini dirancang dengan manfaat tertentu untuk anak dan keluarga kami.
- Proses berpikir yang mendasari keputusan ini mencerminkan perhatian yang penuh, meskipun keputusan tersebut mungkin tidak sempurna.
Dengan secara sistematis merespons kekhawatiran yang dibawa oleh figur pikiran ini, emosi yang tidak teratur dan mengganggu seringkali mulai mereda. Anda akan semakin sadar bahwa keputusan-keputusan dalam mendidik anak, meskipun tidak sempurna, adalah keputusan yang penuh pertimbangan dan layak untuk dihargai.
Setelah menyelesaikan dialog internal ini, ada baiknya untuk mengevaluasi apakah rasa ketahanan emosional Anda telah meningkat. Proses ini bisa menjadi pengingat bahwa hidup secara autentik dan penuh percaya diri bukan berarti menghindari perbandingan atau penilaian orang lain, tetapi justru membuat keputusan-keputusan yang penuh pertimbangan dan sesuai dengan nilai-nilai pribadi.
Membangun perisai emosional bukan berarti sepenuhnya mengabaikan pengaruh eksternal, melainkan lebih kepada menumbuhkan kejelasan batin dan rasa percaya diri yang berasal dari dalam diri Anda sendiri. Dengan latihan yang konsisten, berkomunikasi dengan dan mengelola figur pikiran ini dapat menjadi alat yang dapat diandalkan untuk membangun kekuatan emosional.
Ingin Menjadi Lebih Tangguh Menghadapi Stres? Ini Cara Membentuk Perisai Emosional Anda!
Melatih perisai emosional Anda adalah langkah penting untuk menjaga kesejahteraan mental. Namun, dengan banyaknya tekanan sosial dan ekspektasi yang datang dari luar, banyak yang merasa sulit untuk membangun ketahanan diri. Teknik mengenali dan menanggapi "figur pikiran" ini bisa menjadi salah satu solusi efektif untuk membantu Anda menjaga keseimbangan emosional.
Langkah pertama adalah berhenti sejenak dan menyadari pikiran yang muncul saat Anda merasa tertekan. Kemudian, ajukan pertanyaan yang membantu Anda memahami alasan di balik pikiran tersebut. Dengan memisahkan diri dari perasaan tersebut dan menanggapi kekhawatiran secara rasional, Anda dapat mengurangi kekuatan pengaruhnya terhadap kondisi emosional Anda.
Penting untuk diingat bahwa melawan perasaan cemas atau khawatir tidak berarti mengabaikan kekhawatiran tersebut. Sebaliknya, Anda harus memberikan ruang bagi diri Anda untuk mengenali dan menyelesaikan masalah secara rasional, tanpa terjebak dalam perbandingan yang tidak sehat.
Dengan latihan yang berkesinambungan, Anda akan semakin mampu menghadapi tantangan dan memperkuat perisai emosional Anda. Anda akan merasa lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan, tanpa terpengaruh oleh penilaian orang lain.