Halo teman-teman! Baru-baru ini, kami sedang menikmati camilan kriuk yang super enak, yaitu keripik akar teratai, yang kriuk dan lezat banget serius deh, rasanya bikin nagih! Tapi di tengah seru-seruan ngemil, ada teman yang tiba-tiba bertanya, “Eh, ini benar akar dari tanaman teratai, ya?”


Pertanyaan itu bikin kami berhenti sejenak, karena jujur saja, kami juga nggak tahu banyak tentang akar teratai ini. Jadi, kami pun mulai mencari tahu lebih dalam, baik secara harfiah maupun maknawi dan sekarang kami mau berbagi cerita menarik yang kami temukan ke Anda semua!


Ternyata, “Akar” Teratai Itu Bukan Akar Beneran, Lho!


Ini bagian yang paling mengejutkan: yang biasa kita sebut akar teratai sebenarnya bukan akar sejati dari tanaman teratai. Lho kok bisa? Jadi, yang kita makan itu sebenarnya adalah rizoma, semacam batang bawah tanah. Makanya bentuk “akar teratai” ini besar dan berongga-rongga unik, bukan tipis dan halus seperti akar pada umumnya.


Rizoma ini punya fungsi yang berbeda, yaitu menyimpan cadangan energi dan mengeluarkan tunas serta daun baru. Makanya, akar teratai itu bentuknya agak gemuk dan unik dengan rongga-rongga di dalamnya. Rizoma inilah yang bisa menumbuhkan tanaman teratai baru. Jadi, bisa dibilang rizoma itu semacam “mesin tenaga” tanaman teratai yang tersembunyi di dalam lumpur.


Lalu, Apa Fungsi Akar Sejati Teratai?


Nah, akar asli dari tanaman teratai itu kecil-kecil dan seperti benang halus yang tumbuh dari rizoma. Akar ini menancap kuat di lumpur dasar kolam atau danau tempat teratai hidup. Tugas utamanya adalah menyerap air dan nutrisi dari lumpur untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tapi akar asli ini bukan bagian yang kita makan, karena teksturnya berbeda jauh. Mereka tidak renyah atau juicy seperti rizoma. Bisa dibilang, akar-akar ini bekerja diam-diam di balik layar, mendukung kehidupan teratai tanpa perlu perhatian lebih. 🫶


Bagaimana Kami Jatuh Cinta dengan Akar Teratai


Kenangan pertama kami mengenal akar teratai adalah ketika kami masih kecil, saat nenek membuat sup akar teratai yang hangat dan menenangkan. Sup itu dimasak dengan tambahan kurma merah dan kacang tanah, dan irisan akar teratai yang lembut jadi bagian paling spesialnya. ari situ kami mulai mengenal berbagai olahan akar teratai, mulai dari tempura yang renyah, tumisan dengan saus cuka hitam yang segar, sampai isian ketan manis yang legit.


Setiap olahan punya rasa dan tekstur yang unik. Ada yang crunchy, ada yang lembut; ada yang gurih, ada juga yang manis. Akar teratai selalu mampu memuaskan lidah kami. Dan sekarang, setelah tahu bahwa yang kita makan itu rizoma, bukan akar beneran, kami semakin mengaguminya sebagai bahan makanan yang penuh kejutan!


Teratai memang dikenal sebagai bunga yang sangat indah dan penuh makna, tapi selain keindahannya, tanaman ini juga sangat pintar dalam bertahan hidup. Dari lumpur yang keruh dan berlumpur, teratai bisa tumbuh dan mekar menjadi bunga menawan yang memesona. Sementara itu, di bawah permukaan air, rizoma yang besar dan berongga itu bekerja keras sebagai sumber energi dan penyokong kehidupan tanaman teratai. Sungguh inspiratif, bukan?