Pernah melihat tanaman hias di rumah tampak berbeda saat malam hari? Daunnya menutup atau bahkan berdiri tegak, seperti sedang melakukan sesuatu yang misterius?


Jangan heran, karena ternyata tanaman memiliki "jam biologis" sendiri dan bisa dibilang, mereka juga "tidur"!


Mungkin terdengar aneh, tapi jika diperhatikan lebih seksama, banyak tanaman berubah perilaku saat malam tiba. Salah satu contohnya adalah tanaman hias populer bernama prayer plant atau Maranta. Saat siang hari, daunnya terbuka lebar menyerap cahaya. Namun, ketika malam menjelang, daunnya tegak lurus seperti sedang berdoa. Perubahan ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari ritme alami mereka.


Ternyata Tanaman Punya Ritme Harian Seperti Manusia!


Fenomena ini dikenal sebagai ritme sirkadian, yaitu siklus biologis yang mengikuti pola 24 jam, seperti halnya manusia. Tanaman menggunakan siklus ini untuk menyesuaikan aktivitasnya, terutama yang berkaitan dengan cahaya dan gelap.


Saat matahari terbit, tanaman mulai aktif melakukan fotosintesis, proses di mana mereka menghasilkan makanan dari cahaya matahari. Namun saat malam tiba, mereka mulai "beristirahat". Ini bukan tidur dalam arti harfiah, karena tanaman tidak memiliki sistem saraf seperti manusia. Tapi mereka memang mengurangi aktivitas metabolik, dan beberapa spesies bahkan mengubah posisi daunnya.


Daun Menutup? Itu Tanda Mereka Sedang "Istirahat"


Beberapa tanaman menampilkan gerakan yang mencolok saat malam, seperti:


- Maranta (Prayer Plant): Daunnya yang terbuka lebar di siang hari akan berdiri tegak di malam hari, seolah-olah sedang menyatu dalam suasana tenang malam.


- Oxalis (Semanggi Ungu): Daunnya menutup rapat seperti sayap kupu-kupu yang dilipat ketika malam datang.


- Lili Perdamaian: Daun terlihat lebih rileks dan menggantung lembut, menandakan ritme malamnya telah dimulai.


Pergerakan ini bukan sekadar estetika, tetapi juga berfungsi untuk mengurangi penguapan air di malam hari dan sebagai bentuk perlindungan alami terhadap lingkungan.


Apa Manfaatnya Bagi Tanaman?


Gerakan daun ini berkaitan dengan adaptasi evolusioner tanaman. Dengan menutup atau mengubah posisi daun, mereka bisa:


- Mengurangi kehilangan air saat suhu turun.


- Melindungi diri dari serangan serangga malam.


- Menyesuaikan diri dengan perubahan suhu dan kelembaban malam hari.


- Menunjukkan kondisi kesehatan mereka.


Jika suatu tanaman tidak menunjukkan perubahan yang biasanya terjadi dalam ritmenya, bisa jadi itu pertanda kondisi lingkungannya tidak ideal. Misalnya, jika daun tetap terkulai saat siang, mungkin kekurangan cahaya atau terlalu banyak air.


Bisa Jadi Panduan Merawat Tanaman di Rumah


Dengan memperhatikan ritme harian tanaman, akan lebih mudah memahami kebutuhannya. Tanaman yang sehat biasanya mengikuti pola harian dengan konsisten. Perubahan pola ini bisa dijadikan sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, seperti intensitas cahaya, kelembaban, atau kebutuhan air.


Beberapa orang bahkan mulai mematikan lampu lebih awal saat malam untuk “menghormati” jam istirahat tanaman. Hal ini memang tidak wajib, tetapi menunjukkan rasa kepedulian terhadap makhluk hidup lain di sekitar.


Tanaman bukan sekadar dekorasi hijau di sudut ruangan. Mereka memiliki cara hidup sendiri, menyesuaikan diri dengan cahaya, suhu, dan waktu. Gerakan daunnya, meskipun lambat dan kadang tak disadari, menunjukkan bahwa mereka terus merespons dunia di sekitarnya.


Mengamati tanaman saat malam bisa menjadi pengalaman yang membuka mata. Daun yang berdiri tegak, menutup perlahan, atau bahkan hanya terlihat lebih tenang, semuanya adalah bagian dari ritme kehidupan mereka. Cobalah memperhatikan perubahan ini malam nanti. Siapa tahu, ada kejutan kecil yang belum pernah disadari sebelumnya.