Suatu malam, kami pernah membiarkan speaker Bluetooth menyala di dapur, memutar musik jazz lembut hingga pagi hari. Keesokan harinya, kami menemukan tanaman basil kecil di sudut dapur tampak jauh lebih segar dan tegak dari biasanya.


Kebetulan? Mungkin. Tapi sejak saat itu, kami mulai penasaran, apakah benar musik bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman?


Ternyata, pertanyaan ini bukan hal baru. Selama beberapa dekade terakhir, para ilmuwan, pelajar, hingga pecinta tanaman di rumah telah melakukan berbagai eksperimen unik untuk mencari tahu hubungan antara musik dan pertumbuhan tanaman. Hasilnya? Tidak selalu konsisten, tapi ada pola menarik yang mulai terlihat dan bisa Anda praktikkan langsung di rumah.


Mari kita telusuri bagaimana musik memengaruhi tanaman dan jenis suara apa saja yang justru tidak membantu sama sekali.


Kenapa Tanaman Bisa "Merespon" Musik?


Tanaman memang tidak memiliki telinga. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa "merasakan" suara.


Suara adalah getaran yang merambat melalui udara. Nah, tanaman ternyata mampu mendeteksi getaran tersebut melalui sel-selnya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa getaran dari suara atau musik bisa memicu perubahan pada tingkat sel, seperti meningkatkan hormon pertumbuhan, menyerap nutrisi lebih cepat, bahkan memengaruhi ekspresi genetik.


Beberapa ahli percaya bahwa musik bisa menjadi bentuk rangsangan mekanis yang mirip seperti hembusan angin, tapi versi harmonisnya.


Eksperimen Musik yang Bikin Tanaman "Menari"


Berikut ini beberapa studi menarik yang pernah dilakukan untuk mengetahui efek suara terhadap tanaman:


1. Eksperimen Legendaris Dorothy Retallack (1973)


Di Colorado Women's College, Dorothy Retallack melakukan eksperimen terkenal yang membagi tanaman ke dalam ruangan kedap suara, lalu memutar berbagai genre musik beberapa jam setiap hari.


Tanaman yang mendengar musik klasik cenderung tumbuh lebih rimbun dan miring ke arah sumber suara.


Tanaman yang diperdengarkan musik keras dan tidak beraturan tampak layu dan menjauh dari speaker.


Dalam satu kasus, tanaman yang terus-menerus diperdengarkan suara bising bahkan mati dalam waktu dua minggu.


Meski sempat menuai kritik karena jumlah sampelnya kecil, eksperimen ini menjadi fondasi awal dari banyak penelitian serupa di masa depan.


2. Studi Frekuensi di Korea Selatan (2007)


Peneliti dari National Institute of Agricultural Biotechnology di Korea Selatan melakukan pengujian terhadap tanaman padi dengan memaparkan mereka pada frekuensi suara tertentu.


Frekuensi rendah antara 125 Hz hingga 250 Hz menunjukkan hasil pertumbuhan paling positif.


Tanaman yang mendengarkan suara pada frekuensi ini memiliki aktivitas gen pertumbuhan yang lebih tinggi.


Penelitian ini menyiratkan bahwa bukan genre musiknya yang penting, tetapi frekuensinya, bahkan tanpa melodi pun, getaran suara tertentu bisa memberi dampak positif.


3. Penelitian Universitas Florence pada Tanaman Tomat (2015)


Para ilmuwan di Italia mengekspos tanaman tomat dengan musik klasik selama 6 jam per hari, terutama saat masa berbunga.


- Hasilnya: tanaman berbunga lebih cepat dan menghasilkan buah yang lebih banyak dibanding kelompok tanpa musik.


Musik klasik dengan dominasi instrumen gesek memiliki pengaruh paling besar.


Menariknya, tanaman yang mendengarkan musik juga cenderung memiliki lebih sedikit gangguan hama. Apakah suara bisa mengganggu serangga? Bisa jadi!


Jenis Musik yang Disukai Tanaman


Dari berbagai studi, berikut adalah jenis suara yang terbukti mendukung pertumbuhan tanaman:


1. Musik Klasik


Lagu-lagu dari komposer seperti Mozart, Bach, atau Vivaldi, yang penuh harmoni dan alunan instrumen gesek lembut, sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.


2. Suara Alam


Suara gemericik air, angin sepoi-sepoi, atau kicauan burung bisa menciptakan suasana alami yang menenangkan tanaman dan menurunkan stres.


3. Frekuensi Rendah (125–250 Hz)


Meski tidak membentuk musik, suara dengan frekuensi rendah ternyata mampu mengaktifkan proses biologis dalam tanaman. Anda bisa menemukan rekaman seperti ini di berbagai platform video.


4. Musik Ambient Instrumental


Musik tanpa vokal, dengan tempo lambat dan ritme yang stabil, juga menunjukkan efek positif, baik bagi tanaman maupun pendengarnya.


Apa yang Tidak Disukai Tanaman?


- Beberapa suara justru tidak bermanfaat, bahkan bisa memberi dampak negatif pada tanaman:


- Musik keras dan berisik yang tidak beraturan.


- Rekaman suara manusia berbicara, seperti podcast atau berita.


Diam total memang tidak berbahaya, tapi tanaman yang mendapatkan paparan suara lembut terbukti tumbuh lebih cepat dibanding yang dibiarkan dalam keheningan.


Ingin Coba di Rumah? Begini Caranya!


Jika Anda tertarik bereksperimen, tidak perlu alat laboratorium canggih. Cukup siapkan:


1. Dua atau Lebih Tanaman yang Sama


Gunakan jenis, ukuran, dan media tanam yang serupa agar hasilnya bisa dibandingkan.


2. Pilih Musik Anda


Putar musik lembut untuk salah satu tanaman selama 2–3 jam sehari. Tanaman lainnya biarkan tanpa musik sebagai pembanding.


3. Pantau dan Catat Perkembangan


Setiap minggu, ukur tinggi tanaman, jumlah daun, dan warnanya. Ambil foto untuk dokumentasi.


4. Jaga Konsistensi


Pastikan pencahayaan, suhu, dan penyiraman sama untuk semua tanaman yang Anda uji.


Kesimpulannya: Apakah Tanaman Punya Lagu Favorit?


Meskipun belum ada jawaban pasti mengapa musik berpengaruh pada tanaman, banyak studi menunjukkan bahwa getaran suara tertentu bisa mendukung pertumbuhan. Apakah itu karena aktivasi sel? Atau efek pada lingkungan mikro di sekitar tanaman? Masih jadi misteri.


Tapi satu hal yang jelas: mendengarkan musik bersama tanaman menciptakan suasana yang menenangkan, bukan hanya untuk mereka, tapi juga untuk kita. Mungkin bukan soal apakah tanaman bisa "mendengar", tapi apakah kita bisa belajar "mendengarkan" lebih dalam, terutama pada kehidupan kecil yang diam-diam terus tumbuh di sekitar kita.


Jadi, lain kali saat Anda menyiram tanaman, cobalah putar musik lembut. Bukan untuk eksperimen semata, tapi sebagai momen kebersamaan yang penuh perhatian. Karena perhatian yang tulus, dalam bentuk apa pun, selalu membawa kehidupan tumbuh lebih indah.