Kita sering kali terkagum-kagum dengan warna merah menyala pada jantan Kardinal Utara, namun pernahkah Anda berhenti sejenak untuk mengamati betina Kardinal?
Gerakan lembut, warna yang halus, dan perilaku unik mereka ternyata memiliki pesona yang tidak kalah menakjubkan.
Mari kita telusuri lebih dalam pesona tersembunyi dari betina Kardinal Utara dan temukan apa yang membuat mereka begitu istimewa di pekarangan rumah kita!
Betina Kardinal Utara mungkin tidak mengenakan bulu merah terang seperti jantannya, namun warna bulunya sangat elegan dan memesona. Punggung, dada, dan sisi tubuhnya berwarna cokelat kehangatan, sementara sayap, ekor, dan mahkotanya menunjukkan sentuhan merah-oranye. Paruhnya yang tebal juga berwarna merah-oranye cerah, mirip dengan jantan. Ketika kita mengamati pasangan ini, perbedaan antara keduanya jelas terlihat: jantan dengan warna merah yang mencolok, sedangkan betina menampilkan palet warna yang lebih lembut dan alami. Betina juga sedikit lebih kecil daripada jantan, meskipun perbedaannya cukup halus.
Kardinal muda, baik jantan maupun betina, terlihat sangat mirip satu sama lain. Keduanya menunjukkan versi pucat dari betina dewasa, dengan paruh berwarna abu-abu atau hitam dan mahkota yang lebih pendek. Baru ketika jantan mulai mengembangkan bintik-bintik merah pada tubuhnya, barulah kita bisa membedakan keduanya dengan jelas. Di berbagai daerah, keberadaan betina Kardinal cukup umum, mereka adalah salah satu burung yang paling tersebar luas di Amerika Utara, ditemukan di wilayah Timur dan Tengah AS, gurun-gurun di Barat Daya, sebagian besar Meksiko, hingga Guatemala dan Belize utara. Sebarannya bahkan meluas hingga Kanada bagian tenggara dan telah diperkenalkan ke Hawaii serta Bermuda.
Jantan dan betina Kardinal bekerja sama dengan erat dalam memilih dan mempertahankan wilayah sarang mereka. Selama masa perkawinan, mereka menunjukkan gerakan-gerakan seperti memutar tubuh, mengepakkan sayap, dan membusungkan dada. Walaupun jantan membantu memilih lokasi sarang, betina lah yang bertanggung jawab dalam membangun sarang serta mengerami telur. Selama proses pengeraman, jantan akan memberi makan betina. Betina pun dengan cara yang unik, membuka paruh dan mengepakkan sayapnya seperti anak burung untuk meminta makanan bila diperlukan.
Seringkali kita berpikir bahwa hanya jantan yang bernyanyi, namun betina Kardinal juga menggunakan lagu-lagu mereka. Meskipun jantan bernyanyi lebih keras, lebih sering, dan biasanya dari tempat yang lebih tinggi, keduanya memiliki lagu untuk mempertahankan wilayah mereka. Jantan akan bernyanyi untuk memikat betina selama masa perkawinan atau saat mempersiapkan sarang, sementara betina mungkin bernyanyi dari sarang untuk meminta makanan atau memberi peringatan tentang ancaman pemangsa. Keduanya memiliki lagu yang mirip, dengan urutan nada yang ceria seperti "cheer, cheer, cheer" atau "birdie, birdie, birdie."
Kardinal Utara tidak selalu membentuk pasangan seumur hidup. Beberapa pasangan bertahan bersama dalam beberapa musim, namun yang lainnya mengganti pasangan. Penelitian di Ohio menunjukkan sekitar 20% pasangan Kardinal berpisah pada musim berkembang biak, dan 10% lagi berpisah pada cuaca dingin. Meski demikian, kerjasama mereka dalam hal pembangunan sarang dan pemberian makanan tetap terjaga dan sangat penting untuk kesuksesan pembesaran anak.
Beberapa Kardinal memiliki penampilan yang berbeda dari pola umum "betina cokelat, jantan merah." Burung yang mengalami leukisme memiliki bercak putih atau hampir seluruh bulu mereka berwarna putih dengan sedikit rona merah muda. Jantan kuning yang langka muncul akibat mutasi genetik yang unik. Bahkan ada Kardinal gynandromorfik yang sangat luar biasa, setengah tubuhnya tampak seperti jantan merah, sementara sisi lainnya menunjukkan bulu betina berwarna cokelat. Para ilmuwan percaya fenomena ini terjadi akibat fusi embrio atau telur yang mengandung dua kromosom jenis kelamin yang berbeda. Meskipun burung seperti ini umumnya mandul, jantan kadang-kadang terlihat mencoba mengkencani mereka, membuat setiap penampakan burung langka ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi kita para pengamat burung.
Sejak tahun 1970, populasi Kardinal Utara telah berkembang lebih dari 15%, dan kini jumlahnya mencapai sekitar 110 juta ekor di AS dan Kanada. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan manusia adalah faktor utama keberhasilan mereka. Namun, banyak spesies burung lainnya menghadapi penurunan populasi akibat hilangnya habitat, tabrakan dengan jendela, keberadaan spesies invasif, dan penggunaan pestisida. Dalam lima dekade terakhir, populasi burung di Amerika Utara telah menurun hampir 2,9 miliar ekor, yang berkontribusi pada penurunan sekitar 30% dari total populasi burung.
Meskipun betina Kardinal Utara mungkin tidak secerah jantan, keindahan subtelnya, lagu-lagu ceria, perilaku kooperatif dalam pengasuhan anak, dan sifat-sifat genetik yang langka menjadikannya sangat menarik. Saat berikutnya kita melihat betina Kardinal di pekarangan, mari kita hargai pesona mereka dan siapa tahu, kita mungkin beruntung bisa menyaksikan Kardinal dengan dua jenis kelamin. Mengamati burung-burung ini mengingatkan kita bahwa keajaiban alam yang luar biasa seringkali berada tepat di luar jendela rumah kita.